Osteoporosis
Osteoporosis merupakan suatu
penyakit tulana yang ditandai
dengan massa tulang yang rendah
dan kerusakan jaringan tulang yang
berakibat pada kerapuhan tulang dan
peningkatan resiko fraktur.
Kategori osteoporosis :
· Osteoporosis post menopause à
terjadi pada wanita setelah memasuki
masa menopause terjadi karena
kekurangan estrogen (hormon utama
pada wanita), yang membantu
mengatur pengangkutan kalsium ke
dalam tulang pada wanita. Biasanya
gejala timbul pada wanita yang
berusia diantara 51-75 tahun, tetapi
bisa mulai muncul lebih cepat ataupun
lebih lambat.
· Osteoporosis terkait usia à terjadi
setelah massa tulang puncak tercapai
sekitar umur 30 an, akibat dari
kekurangan kalsium yang
berhubungan dengan usia dan
ketidakseimbangan diantara
kecepatan hancurnya tulang dan
pembentukan tulang yang baru.
· Osteoporosis Sekunder à terjadi
akibat penggunaan obat-obat
tertentu (misal golongan
kortikosteroid, barbiturate, anti
kejang dan hormone tiroid yang
berlebihan) atau tindakan medis
lainnya (gagal ginjal kronis dan
kelainan hormonal (terutama tiroid,
paratiroid dan adrenal).
· Osteoporosis juvenil idiopatik
merupakan jenis osteoporosis yang
penyebabnya tidak diketahui. Hal ini
terjadi pada anak-anak dan dewasa
muda yang memiliki kadar dan fungsi
hormon yang normal, kadar vitamin
yang normal dan tidak memiliki
penyebab yang jelas dari rapuhnya
tulang.
Gejala
Gejala umum yang sering terjadi
adalah penurunan tinggi badan,
tulang punggung bengkok ke arah
depan dan ke arah belakang, nyeri
pada tulang atau fraktur.
Penanganan
Penanganan secara non
farmakologi antara lain
mengurangi konsumsi kopi,
menghentikan kebiasaan merokok,
aerobic dan latihan beban
(misalnya berjalan kaki, naik
tangga).
Penanganan secara farmakologi
yaitu :
a. Terapi untuk meningkatkan
kepadatan tulangà kalsium, vitamin D
dan metabolitnya, kalsitonin,
estrogen dan terapi hormonal.
Kalsium dan vitamin D harus
dikonsumsi oleh semua wanita,
terutama yang menderita
osteoporosis untuk mencegah
terjadinya penyerapan tulang yang
berlebihan.
b. Terapi Pembentukan tulang
dengan pemberian hormon paratiroid
Jumat, 25 Desember 2009
JERAWAT ATAU ACNE PADA KULIT
JERAWAT (ACNE)
Acne atau jerawat adalah kondisi kulit
yang tidak normal disebabkan
gangguan dari kelenjar minyak
(sebaceous gland) yang berlebihan.
Pengeluaran kelenjar minyak yang
berlebihan ini atau sebaceous gland
akan menyebabkan penyumbatan
pada saluran folikel rambut dan pada
pori-pori kulit. Seringkali Jerawat akan
menyebabkan kulit membengkak dan
menjadi kemerah-merahan. Radang
pada kulit ini disebabkan oleh
pengeluaran yang berlebihan oleh
kelenjar minyak pada kulit atau
sebum yang kemudian menyumbat
saluran kelenjar dan membentuk
komedo (whiteheads) dan
seborhoea.Kalau penyumbatan yang
disebabkan oleh kelenjar minyak kulit
ini semakin membesar maka komedo
akan terbukan (blackheads) dan ini
mudah dijankiti bakteria.
Daerah yang mudah terkena jerawat
ialah di muka, dada, punggung dan
tubuh bagian atas lengan.
Munculnya jerawat sering terjadi
pada masa pubertas antara usia 14-19
tahun yang disebabkan oleh
perubahan hormon pada remaja.
Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit
sebab sebelum masa pubertas kulit
anak akan mengalami pengelupasan
tiga minggu sekali. Sedangkan ketika
remaja, kulit mengelupas empat
minggu sekali.
*PENYEBAB JERAWAT
Penyebab sebenarnya mengapa
seseorang mempunyai jerawat dan
yang lain tidak punya masih belum
diketahui secara menyeluruh.
Beberapa faktor yang menyebabkan
jerawat ialah:
* Stres
* Keturunan dari orangtua
* Aktivitas hormon : Salah satu
faktor penting yang menyebabkan
timbulnya jerawat adalah
meningkatnya produksi hormon
testosteron, yang dimiliki oleh tubuh
pria maupun wanita. Hormon
testosteron yang terdapat dalam
tubuh pria maupun wanita memicu
timbulnya jerawat dengan
merangsang kelenjar minyak
(sebaceous gland) untuk
memproduksi minyak kulit (sebum)
secara berlebihan.
* Kelenjar minyak yang hiperaktif
* Bakteri di pori-pori kulit
* Iritasi kulit atau karena garukan
* Anabolic steroid
* Pil pengontrol kelahiran / pil KB,
namun banyak wanita mengalami
penurunan munculnya jerawat
semasa pemakaian pil
* Berada dalam lingkungan dengan
kadar chlorine yang tinggi, terutama
chlorinated dioxins, yang
menyebabkan jerawat serius yang
disebut Chloracne
PENGOBATAN UNTUK JERAWAT
OBAT-OBAT TOPICAL
1. Benzoil peroxide
benzoil peroxide merupakan
antimikroba yang efektif untuk jenis
jerawat ringan sampai sedang.
Diberikan sehari 1 – 2 kali secara
topical (pemakaian luar).
2. Asam azelaic
sebagai antimikroba untuk acne
vulgaris.
3. Klindamisin
Klindamisin dalam bentuk cair, gel,
krim atau oral efektif untuk jerawat
dengan peradangan. Memiliki efek
antibakteri yang efektif terhadap
kuman Propionibacterium acnes,
sehingga sesuai dengan indikasinya
untuk pengobatan jerawat.
4. Tretinoin
tretinoin adalah asam vitamin A yang
digunakan untuk pengobatan
jerawat dengan komedo tertutup
atau terbuka. Tetapi pasien perlu hati-
hati karena menimbulkan kemerahan
dan pengelupasan kulit pada awal
terapi. Tersedia dalam bentuk topical
ataupun oral.
5. Asam salisilat, Resorsinol dan
Sulfur.
Asamsalisilat, resorsinol dan sulfur
adalah keratolitik dan mempunyai
daya antiseptik. Kombinasi ketiga
obat ini sangat sinergis untuk
pengobatan jerawat.
OBAT-OBAT ORAL
• ANTIBIOTIKA ORAL
Antibiotika oral efektif dan relative
aman untuk jerawat dengan
peradangan.
Tetrasiklin dan derivatnya,
klindamisin, eritromisin dan
trimetoprim-sulfametoksasol
mengurangi persentase asam lemak
bebas di permukaan kulit yang
berlemak dan menurunkan jumlah
bakteri P. acnes
• KONTRASEPSI ORAL
Ortho Tri cyclen telah disetujui oleh
FDA untuk jerawat yang tidak
menghasilkan respon dengan
pemakaian obat topical. Produk
trifasik yang mengandung etinil
estradiol 0,035 mg, dan meningkatkan
dosis norestimate, 0.180, 0.215, 0.250
mg. kombinasi tersebut
meningkatkan sex hormone-binding
globulin (SHBG)
• ISOTRETINOIN
Isotretinoin menurunkan produksi
sebum dan menghambat
peradangan.
Beberapa cara mencegah jerawat :
1. Rajin mencuci muka. Tapi janganasal
cuci muka. Basuh juga bagian leher
dan jidat setidaknya 2 kali seminggu.
Pijat wajah Anda dengan gerakan
memutar dan basuh menggunakan
air hangat.
2. Tambahkan juga obat jerawat.
Anda mungkin harus mencoba
beberapa macam obat sebelum
akhirnya menemukan produk yang
cocok dengan kulit wajah. Biasanya
produk ini dipasarkan dengan
kemasan dan harga yang berfariasi.
Ingat! Mahal tak menjamin produk
tersebut cocok dan bisa mengatasi
masalah jerawat Anda.
3. Berhati-hati dengan penggunaan
produk kecantikan. Hanya gunakan
make-up, pelembab atau tabir
matahari hanya yang tanpa minyak.
Biasanya jika tertulis “nonacnegenic”
atau “noncomedogenic” di label
keterangan, produk tersebut lebih
baik.
4. Saat mengenakan produk untuk
rambut, usahakan jangan sampai
kena ke wajah. Tutupi wajah Anda
dengan handuk saat menggunakan
minyak rambut, hairspray atau
mousse. Setelah selesai mandi, jangan
lupa kembali bilas wajah Anda untuk
menghilangkan kemungkinan bekas
shampo atau conditioner tertinggal di
wajah.
5. Jangan sampai keringat, bakteri dan
kotoran menempel di wajah. ikat
rambut anda saat panas dan hindari
memakai topi dan kaca mata.
6. Sebaiknya Anda coba temui dokter
ahli. kulit jika jerawat Anda mulai
mempengaruhi percaya diri Anda.
Dokter bisa memberikan saran obat
terbaik dan bagaimana pemakaian
paling efektik.
7. Ubah pola diet Anda. Makan coklat,
permen dan makanan berminyak
dapat merubah gestur kulit Anda.
Batasi asupan junk food, dapatkan
lebih banyak vitamin dan ganti
lifestyle Anda agar lebih sehat. tidur
yang teratur, dan jangan biarkan
tubuh kekurangan cairan.
ANJURAN UNTUK PASIEN
* Jerawat tidak mencerminkan
bahwa seseorang kurang menjaga
kebersihan
* Cuci muka tidak perlu terlalu sering
dilakukan, cukup 2 kali sehari dengan
memakai sabun (bukan antiseptik).
*Jangan biarkan rambut menutupi
daerah wajah. rambut, terutama
yang ktest apaotor, dapat
memperburuk kondisi pori-pori yang
tersumbat.
* Gunakan kometik yang berbahan
dasar air.
* Pengobatan tidak membuat akne
hilang tetapi dapat membantu
mencegah kambuhnya
akne.pengobatan membutuhkan
waktu selama 1-2 minggu
* Hindari tindakan memencet atau
memecahkan jerawat karena dapat
meninggalkan bekas berupa jaringan
parut pada kulit.
* Pemaparan ringan terhadap sinar
matahari mungkin bermanfaat, tetapi
gunakan krim tabir surya non-
minyak dan hindari kondisi banyak
berkeringat.
* Asupan gizi seimbang juga
bermanfaat membantu menjaga
kesehatan kulit.
* Usahakan untuk tetap rileks. Stress
diketahui merupakan salah satu
factor penyebab timbulnya jerawat.
Acne atau jerawat adalah kondisi kulit
yang tidak normal disebabkan
gangguan dari kelenjar minyak
(sebaceous gland) yang berlebihan.
Pengeluaran kelenjar minyak yang
berlebihan ini atau sebaceous gland
akan menyebabkan penyumbatan
pada saluran folikel rambut dan pada
pori-pori kulit. Seringkali Jerawat akan
menyebabkan kulit membengkak dan
menjadi kemerah-merahan. Radang
pada kulit ini disebabkan oleh
pengeluaran yang berlebihan oleh
kelenjar minyak pada kulit atau
sebum yang kemudian menyumbat
saluran kelenjar dan membentuk
komedo (whiteheads) dan
seborhoea.Kalau penyumbatan yang
disebabkan oleh kelenjar minyak kulit
ini semakin membesar maka komedo
akan terbukan (blackheads) dan ini
mudah dijankiti bakteria.
Daerah yang mudah terkena jerawat
ialah di muka, dada, punggung dan
tubuh bagian atas lengan.
Munculnya jerawat sering terjadi
pada masa pubertas antara usia 14-19
tahun yang disebabkan oleh
perubahan hormon pada remaja.
Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit
sebab sebelum masa pubertas kulit
anak akan mengalami pengelupasan
tiga minggu sekali. Sedangkan ketika
remaja, kulit mengelupas empat
minggu sekali.
*PENYEBAB JERAWAT
Penyebab sebenarnya mengapa
seseorang mempunyai jerawat dan
yang lain tidak punya masih belum
diketahui secara menyeluruh.
Beberapa faktor yang menyebabkan
jerawat ialah:
* Stres
* Keturunan dari orangtua
* Aktivitas hormon : Salah satu
faktor penting yang menyebabkan
timbulnya jerawat adalah
meningkatnya produksi hormon
testosteron, yang dimiliki oleh tubuh
pria maupun wanita. Hormon
testosteron yang terdapat dalam
tubuh pria maupun wanita memicu
timbulnya jerawat dengan
merangsang kelenjar minyak
(sebaceous gland) untuk
memproduksi minyak kulit (sebum)
secara berlebihan.
* Kelenjar minyak yang hiperaktif
* Bakteri di pori-pori kulit
* Iritasi kulit atau karena garukan
* Anabolic steroid
* Pil pengontrol kelahiran / pil KB,
namun banyak wanita mengalami
penurunan munculnya jerawat
semasa pemakaian pil
* Berada dalam lingkungan dengan
kadar chlorine yang tinggi, terutama
chlorinated dioxins, yang
menyebabkan jerawat serius yang
disebut Chloracne
PENGOBATAN UNTUK JERAWAT
OBAT-OBAT TOPICAL
1. Benzoil peroxide
benzoil peroxide merupakan
antimikroba yang efektif untuk jenis
jerawat ringan sampai sedang.
Diberikan sehari 1 – 2 kali secara
topical (pemakaian luar).
2. Asam azelaic
sebagai antimikroba untuk acne
vulgaris.
3. Klindamisin
Klindamisin dalam bentuk cair, gel,
krim atau oral efektif untuk jerawat
dengan peradangan. Memiliki efek
antibakteri yang efektif terhadap
kuman Propionibacterium acnes,
sehingga sesuai dengan indikasinya
untuk pengobatan jerawat.
4. Tretinoin
tretinoin adalah asam vitamin A yang
digunakan untuk pengobatan
jerawat dengan komedo tertutup
atau terbuka. Tetapi pasien perlu hati-
hati karena menimbulkan kemerahan
dan pengelupasan kulit pada awal
terapi. Tersedia dalam bentuk topical
ataupun oral.
5. Asam salisilat, Resorsinol dan
Sulfur.
Asamsalisilat, resorsinol dan sulfur
adalah keratolitik dan mempunyai
daya antiseptik. Kombinasi ketiga
obat ini sangat sinergis untuk
pengobatan jerawat.
OBAT-OBAT ORAL
• ANTIBIOTIKA ORAL
Antibiotika oral efektif dan relative
aman untuk jerawat dengan
peradangan.
Tetrasiklin dan derivatnya,
klindamisin, eritromisin dan
trimetoprim-sulfametoksasol
mengurangi persentase asam lemak
bebas di permukaan kulit yang
berlemak dan menurunkan jumlah
bakteri P. acnes
• KONTRASEPSI ORAL
Ortho Tri cyclen telah disetujui oleh
FDA untuk jerawat yang tidak
menghasilkan respon dengan
pemakaian obat topical. Produk
trifasik yang mengandung etinil
estradiol 0,035 mg, dan meningkatkan
dosis norestimate, 0.180, 0.215, 0.250
mg. kombinasi tersebut
meningkatkan sex hormone-binding
globulin (SHBG)
• ISOTRETINOIN
Isotretinoin menurunkan produksi
sebum dan menghambat
peradangan.
Beberapa cara mencegah jerawat :
1. Rajin mencuci muka. Tapi janganasal
cuci muka. Basuh juga bagian leher
dan jidat setidaknya 2 kali seminggu.
Pijat wajah Anda dengan gerakan
memutar dan basuh menggunakan
air hangat.
2. Tambahkan juga obat jerawat.
Anda mungkin harus mencoba
beberapa macam obat sebelum
akhirnya menemukan produk yang
cocok dengan kulit wajah. Biasanya
produk ini dipasarkan dengan
kemasan dan harga yang berfariasi.
Ingat! Mahal tak menjamin produk
tersebut cocok dan bisa mengatasi
masalah jerawat Anda.
3. Berhati-hati dengan penggunaan
produk kecantikan. Hanya gunakan
make-up, pelembab atau tabir
matahari hanya yang tanpa minyak.
Biasanya jika tertulis “nonacnegenic”
atau “noncomedogenic” di label
keterangan, produk tersebut lebih
baik.
4. Saat mengenakan produk untuk
rambut, usahakan jangan sampai
kena ke wajah. Tutupi wajah Anda
dengan handuk saat menggunakan
minyak rambut, hairspray atau
mousse. Setelah selesai mandi, jangan
lupa kembali bilas wajah Anda untuk
menghilangkan kemungkinan bekas
shampo atau conditioner tertinggal di
wajah.
5. Jangan sampai keringat, bakteri dan
kotoran menempel di wajah. ikat
rambut anda saat panas dan hindari
memakai topi dan kaca mata.
6. Sebaiknya Anda coba temui dokter
ahli. kulit jika jerawat Anda mulai
mempengaruhi percaya diri Anda.
Dokter bisa memberikan saran obat
terbaik dan bagaimana pemakaian
paling efektik.
7. Ubah pola diet Anda. Makan coklat,
permen dan makanan berminyak
dapat merubah gestur kulit Anda.
Batasi asupan junk food, dapatkan
lebih banyak vitamin dan ganti
lifestyle Anda agar lebih sehat. tidur
yang teratur, dan jangan biarkan
tubuh kekurangan cairan.
ANJURAN UNTUK PASIEN
* Jerawat tidak mencerminkan
bahwa seseorang kurang menjaga
kebersihan
* Cuci muka tidak perlu terlalu sering
dilakukan, cukup 2 kali sehari dengan
memakai sabun (bukan antiseptik).
*Jangan biarkan rambut menutupi
daerah wajah. rambut, terutama
yang ktest apaotor, dapat
memperburuk kondisi pori-pori yang
tersumbat.
* Gunakan kometik yang berbahan
dasar air.
* Pengobatan tidak membuat akne
hilang tetapi dapat membantu
mencegah kambuhnya
akne.pengobatan membutuhkan
waktu selama 1-2 minggu
* Hindari tindakan memencet atau
memecahkan jerawat karena dapat
meninggalkan bekas berupa jaringan
parut pada kulit.
* Pemaparan ringan terhadap sinar
matahari mungkin bermanfaat, tetapi
gunakan krim tabir surya non-
minyak dan hindari kondisi banyak
berkeringat.
* Asupan gizi seimbang juga
bermanfaat membantu menjaga
kesehatan kulit.
* Usahakan untuk tetap rileks. Stress
diketahui merupakan salah satu
factor penyebab timbulnya jerawat.
ANTARA XENICAL DAN APISETE DALAM PENATALAKSANAAN BERAT BADAN ATAU OBISITAS
Apisate® Tablet
(Anti-obesitas)
KOMPOSISI :
Tiap tablet Apisate yang berlapis 2
mengandung :
Dietilpropion hidroklorida
75 mg
Tiamina hidroklorida
5 mg
Nikotinamida
30 mg
Piridoksina hidroklorida
2 mg
Ribotlavina
4 mg
PEMERIAN :
Anorektika dietilpropion diformulasi
dalam pengisi khusus yang
mengontrol pelepasannya selama
waktu tidak tidur. Dietilpropion
menekan nafsu makan dan vitamin B
kompleknya mencegah terhadap
defisiensi vitamin B yang mungkin
dapat terjadi karena diet berkalori
rendah yang lama.
INDIKASI :
Apisate digunakan untuk mengontrol
obesitas karena sebab-sebab
eksogen, sebagai tambahan singkat
(beberapa minggu) dalam penurunan
berat badan berdasarkan
pembatasan kalori. Penggunaan
terbatas dari obat-obat golongan ini
harus dipertimbangkan terhadap
faktor-faktor risiko yang
berhubungan pada penggunaannya.
DOSIS :
Satu tablet ditelan utuh setiap hari
pada waktu pagi . Kasus-kasus yang
resisten, dapat menelan satu tablet
sebelum makan pagi dan satu pada
awal sore. Apisate tidak dianjurkan
untuk diberikan pada anak dibawah
usia 12 tahun.
OVER DOSIS :
Tanda-tanda overdosts akut,
termasuk ketidak tenangan, tremor,
hiperrefleksia, pernapasan cepat,
kebingungan, agresif, halusinasi,
keadaan panik. Kelelahan dan depresi
biasanya menyertai stimulasi pusat.
Efek kardiovaskular termasuk aritmia,
hipertensi, atau hipotensi dan
collapse sirkulasi. Gejala-gejala
lambung. usus seperti nausea,
muntah-muntah, diarea dan kejang-
kejang abdomen. Overdosis karena
senyawa yang farmakologik sejenis
telah menyebabkan keracunan fatal,
biasa berakhir dengan kejang
(konvulsi) dan koma. Cara mengatasi
intoksikasi Apisate akut sebagian
besar adalah simptomatik dan
termasuk pengurasan lambung dan
sedasi dengan suatu barbiturat.
Pengalaman dengan hemodialisa atau
dialisa peritoneal tidak cukup untuk
dianjurkan dalam hal ini. Phentolamine
(Regitine*) I.V. telah dianjurkan,
dengan dasar farmakologik untuk
kemungkinan terjadinya hipertensi
akut yang hebat, bila hal ini
mempersulit overdosis Apisate.
KONTRA INDIKASI :
Apisate adalah kontraindikasi dalam
kasus-kasus arteriosklerosis lanjut,
hiperthiroidisme, hipersensitivitas
atau idiosinkrasi yang diketahui
terhadap amina simpatomimetika
atau Iain-Iain zat aktif (vitamin B
komplek), glaukoma, keadaan agitasi,
pasien yang mempunyai riwayat
penyalahgunaan obat selama atau
dalam waktu 14 hari setelah
penggunaan penghambat monoamin
oksidase (dapat terjadi krisis
hipertensi).
PERINGATAN :
Jika terjadi toleransi, jangan
melampaui dosis yang dianjurkan
dalam usaha memperbesar
khasiatnya. Sebaiknya penggunaan
obat dihentikan. Apisate dapat
merugikan kesanggupan kerja pasien
dalam aktivitas-aktivitas berbahaya
seperti menjalankan mesin atau
mengendarai kendaraan bermotor,
karena itu pasien harus diberi
peringatan seperlunya.
Ketergantungan pada obat :
Apisate mempunyai beberapa
persamaan kimia dan farmakologik
dengan amfetamin dan Iain-Iain obat
stimulant sejenis yang telah sering
kali disalahgunakan. Kadang-kadang
ada laporan bahwa orang yang
tergantung pada
amfetamin,kemudian secara kronis
menyalahgunakan dietilpropion.
Kemungkinan penyalahgunaan harus
diingat bila menilai keinginan untuk
memakai obat sebagai bagian dari
program pengurangan berat badan .
Penyalahgunaan amfetamin dan
obat-obat sejenis dapat dihubungkan
dengan bermacam-macam derajat
ketergantungan psikologis dan
ketidakadaan fungsi sosial, yang
dalam hal obat-obat tertentu dapat
gawat. Ada laporan-laporan pasien
telah memperbesar dosis sampai
beberapa kali yang dianjurkan.
Penghentian tiba-tiba setelah
penggunaan dosis tinggi yang lama
menyebabkan kelesuan yang hebat
dan depresi mental; perubahan-
perubahan juga terlihat pada EEG
tidur. Tanda-tanda intoksikasi kronis
dengan obat-obat anorexia termasuk
dermatosis yang hebat, insomnia
nyata mudah marah, hiperaktif dan
perubahan kepribadian. Tanda yang
paling hebat dari intoksikasi kronis
adalah psichosis yang secara klinis
tak dapat dibedakan dari skizofrenia.
Penggunaan dalam kehamilan :
Walaupun pengamatan reproduktif
pada tikus dan manusia tidak
menunjukkan efek yang
bertentangan, penggunaan Apisate
oleh wanita hamil atau dapat menjadi
hamil dibutuhkan pertimbangan
antara keuntunqan dan risiko yang
dapat terjadi.
Penggunaan pada anak-anak :
Apisate tidak dianjurkan untuk
digunakan pada anak-anak dibawah
usia 12 tahun.
PERHATIAN :
Harus diperhatikan dalam pemberian
Apisate pada pasien hipertensi atau
penyakit kardiovaskular
simptomatik, termasuk aritmia,
Apisate tidak boleh diberikan kepada
pasien dengan hipertensi berat.
Kebutuhan insulin pada diabetes
meilitus dapat diubah sehubungan
dengan penggunaan Apisate dan
program diet yang bersamaan
Apisate dapat mengurangi efek
hipotensif dari guanethidine . Jumlah
terkecil yang dapat diberikan harus
ditulis atau pada suatusaat untuk
mengurangi kemungkinan dosis
berlebih, Laporan-laporan
menyatakan bahwa Apisate dapat
menambah kejang-kejang (konvulsi)
pada beberapa penderita epilepsi.
Karenanya penderita epilepsi yang
mendapat Apisate harus diawasi
dengan hati-hati. Penggunaan dosis
atau penghentian Apisate mungkin
diperlukan.
REAKSI-REAKSI TAK DIKEHENDAKI :
Dalam penggunaan klinik yang benar
Apisate dapat diterima dengan baik
Tetapi sejumlah reaksi tak
dikehendaki telah muncul dalam
literatur dietilpropion diantaranya:
Kardiovaskular: Palpitasi, takikardia,
naiknyatekanan darah, nyeri
prekardial Aritmia. Suatu laporan
publikasi menguraikan perubahan-
perubahan gelombang T pada EKG
dan seorang pna sehat setelah makan
dietilpropion hidroklorida. Susunan
syaraf pusat: Overstimulasi,
kegugupan, ketidaktenangan, pening
sangat gugup, insomnia, gelisah,
eforia, depresi, disforia, tremor,
midriasis, lesu malaise sakit kepala,
episode psikotik jarang terjadi pada
dosis yang dianjurkan Pada beberapa
penderita epileptik telah dilaporkan
episode konvulsi yang bertambah
Saluran cerna ( didalam perut): Mulut
kering, rasa tak enak, nausea, muntah
rasa tidak enak di abdomen, diarea,
konstipasi, Iain-Iain gangguan
saluran cerna Allergik: urtikaria, kulit
merah, ekimosis, eritema, Endokrin :
Impotensi, perubahan libido,
ginekomastia, kekacauan haid. Sistim
hematopoitik: Depresi sumsum
tulang, agranulositosis, leukopenia
Macam-macam : bermacam-macam
reaksi tak dikehendaki telah
dilaporkan oleh dokter-dokter. Ini
termasuk keluhan-keluhan seperti
dispnea, rambut rontok nyeri otot
disuna, bertambahnya keringat dan
poliuria.
(Anti-obesitas)
KOMPOSISI :
Tiap tablet Apisate yang berlapis 2
mengandung :
Dietilpropion hidroklorida
75 mg
Tiamina hidroklorida
5 mg
Nikotinamida
30 mg
Piridoksina hidroklorida
2 mg
Ribotlavina
4 mg
PEMERIAN :
Anorektika dietilpropion diformulasi
dalam pengisi khusus yang
mengontrol pelepasannya selama
waktu tidak tidur. Dietilpropion
menekan nafsu makan dan vitamin B
kompleknya mencegah terhadap
defisiensi vitamin B yang mungkin
dapat terjadi karena diet berkalori
rendah yang lama.
INDIKASI :
Apisate digunakan untuk mengontrol
obesitas karena sebab-sebab
eksogen, sebagai tambahan singkat
(beberapa minggu) dalam penurunan
berat badan berdasarkan
pembatasan kalori. Penggunaan
terbatas dari obat-obat golongan ini
harus dipertimbangkan terhadap
faktor-faktor risiko yang
berhubungan pada penggunaannya.
DOSIS :
Satu tablet ditelan utuh setiap hari
pada waktu pagi . Kasus-kasus yang
resisten, dapat menelan satu tablet
sebelum makan pagi dan satu pada
awal sore. Apisate tidak dianjurkan
untuk diberikan pada anak dibawah
usia 12 tahun.
OVER DOSIS :
Tanda-tanda overdosts akut,
termasuk ketidak tenangan, tremor,
hiperrefleksia, pernapasan cepat,
kebingungan, agresif, halusinasi,
keadaan panik. Kelelahan dan depresi
biasanya menyertai stimulasi pusat.
Efek kardiovaskular termasuk aritmia,
hipertensi, atau hipotensi dan
collapse sirkulasi. Gejala-gejala
lambung. usus seperti nausea,
muntah-muntah, diarea dan kejang-
kejang abdomen. Overdosis karena
senyawa yang farmakologik sejenis
telah menyebabkan keracunan fatal,
biasa berakhir dengan kejang
(konvulsi) dan koma. Cara mengatasi
intoksikasi Apisate akut sebagian
besar adalah simptomatik dan
termasuk pengurasan lambung dan
sedasi dengan suatu barbiturat.
Pengalaman dengan hemodialisa atau
dialisa peritoneal tidak cukup untuk
dianjurkan dalam hal ini. Phentolamine
(Regitine*) I.V. telah dianjurkan,
dengan dasar farmakologik untuk
kemungkinan terjadinya hipertensi
akut yang hebat, bila hal ini
mempersulit overdosis Apisate.
KONTRA INDIKASI :
Apisate adalah kontraindikasi dalam
kasus-kasus arteriosklerosis lanjut,
hiperthiroidisme, hipersensitivitas
atau idiosinkrasi yang diketahui
terhadap amina simpatomimetika
atau Iain-Iain zat aktif (vitamin B
komplek), glaukoma, keadaan agitasi,
pasien yang mempunyai riwayat
penyalahgunaan obat selama atau
dalam waktu 14 hari setelah
penggunaan penghambat monoamin
oksidase (dapat terjadi krisis
hipertensi).
PERINGATAN :
Jika terjadi toleransi, jangan
melampaui dosis yang dianjurkan
dalam usaha memperbesar
khasiatnya. Sebaiknya penggunaan
obat dihentikan. Apisate dapat
merugikan kesanggupan kerja pasien
dalam aktivitas-aktivitas berbahaya
seperti menjalankan mesin atau
mengendarai kendaraan bermotor,
karena itu pasien harus diberi
peringatan seperlunya.
Ketergantungan pada obat :
Apisate mempunyai beberapa
persamaan kimia dan farmakologik
dengan amfetamin dan Iain-Iain obat
stimulant sejenis yang telah sering
kali disalahgunakan. Kadang-kadang
ada laporan bahwa orang yang
tergantung pada
amfetamin,kemudian secara kronis
menyalahgunakan dietilpropion.
Kemungkinan penyalahgunaan harus
diingat bila menilai keinginan untuk
memakai obat sebagai bagian dari
program pengurangan berat badan .
Penyalahgunaan amfetamin dan
obat-obat sejenis dapat dihubungkan
dengan bermacam-macam derajat
ketergantungan psikologis dan
ketidakadaan fungsi sosial, yang
dalam hal obat-obat tertentu dapat
gawat. Ada laporan-laporan pasien
telah memperbesar dosis sampai
beberapa kali yang dianjurkan.
Penghentian tiba-tiba setelah
penggunaan dosis tinggi yang lama
menyebabkan kelesuan yang hebat
dan depresi mental; perubahan-
perubahan juga terlihat pada EEG
tidur. Tanda-tanda intoksikasi kronis
dengan obat-obat anorexia termasuk
dermatosis yang hebat, insomnia
nyata mudah marah, hiperaktif dan
perubahan kepribadian. Tanda yang
paling hebat dari intoksikasi kronis
adalah psichosis yang secara klinis
tak dapat dibedakan dari skizofrenia.
Penggunaan dalam kehamilan :
Walaupun pengamatan reproduktif
pada tikus dan manusia tidak
menunjukkan efek yang
bertentangan, penggunaan Apisate
oleh wanita hamil atau dapat menjadi
hamil dibutuhkan pertimbangan
antara keuntunqan dan risiko yang
dapat terjadi.
Penggunaan pada anak-anak :
Apisate tidak dianjurkan untuk
digunakan pada anak-anak dibawah
usia 12 tahun.
PERHATIAN :
Harus diperhatikan dalam pemberian
Apisate pada pasien hipertensi atau
penyakit kardiovaskular
simptomatik, termasuk aritmia,
Apisate tidak boleh diberikan kepada
pasien dengan hipertensi berat.
Kebutuhan insulin pada diabetes
meilitus dapat diubah sehubungan
dengan penggunaan Apisate dan
program diet yang bersamaan
Apisate dapat mengurangi efek
hipotensif dari guanethidine . Jumlah
terkecil yang dapat diberikan harus
ditulis atau pada suatusaat untuk
mengurangi kemungkinan dosis
berlebih, Laporan-laporan
menyatakan bahwa Apisate dapat
menambah kejang-kejang (konvulsi)
pada beberapa penderita epilepsi.
Karenanya penderita epilepsi yang
mendapat Apisate harus diawasi
dengan hati-hati. Penggunaan dosis
atau penghentian Apisate mungkin
diperlukan.
REAKSI-REAKSI TAK DIKEHENDAKI :
Dalam penggunaan klinik yang benar
Apisate dapat diterima dengan baik
Tetapi sejumlah reaksi tak
dikehendaki telah muncul dalam
literatur dietilpropion diantaranya:
Kardiovaskular: Palpitasi, takikardia,
naiknyatekanan darah, nyeri
prekardial Aritmia. Suatu laporan
publikasi menguraikan perubahan-
perubahan gelombang T pada EKG
dan seorang pna sehat setelah makan
dietilpropion hidroklorida. Susunan
syaraf pusat: Overstimulasi,
kegugupan, ketidaktenangan, pening
sangat gugup, insomnia, gelisah,
eforia, depresi, disforia, tremor,
midriasis, lesu malaise sakit kepala,
episode psikotik jarang terjadi pada
dosis yang dianjurkan Pada beberapa
penderita epileptik telah dilaporkan
episode konvulsi yang bertambah
Saluran cerna ( didalam perut): Mulut
kering, rasa tak enak, nausea, muntah
rasa tidak enak di abdomen, diarea,
konstipasi, Iain-Iain gangguan
saluran cerna Allergik: urtikaria, kulit
merah, ekimosis, eritema, Endokrin :
Impotensi, perubahan libido,
ginekomastia, kekacauan haid. Sistim
hematopoitik: Depresi sumsum
tulang, agranulositosis, leukopenia
Macam-macam : bermacam-macam
reaksi tak dikehendaki telah
dilaporkan oleh dokter-dokter. Ini
termasuk keluhan-keluhan seperti
dispnea, rambut rontok nyeri otot
disuna, bertambahnya keringat dan
poliuria.
RELAKSASI PADA NYERI OTOT SYARAF
OBAT RELAKSAN OTOT
Obat relaksan otot adalah obat yang
digunakan untuk melemaskan otot
rangka atau untuk melumpuhkan
otot. Biasanya digunakan sebelum
operasi untuk mempermudah suatu
operasi atau memasukan suatu alat
ke dalam tubuh.
Obat relaksan otot yang beredar di
Indonesia terbagi dalam dua
kelompok obat yaitu obat pelumpuh
otot dan obat pelemas otot yang
bekerja sentral.
Berikut pembagiannya:
1. Obat pelumpuh otot
Jenis obat pelumpuh otot ini
yang beredar di pasaran
hanya golongan penghambat
transmisi neuromuskular.
Golongan ini terbagi dalam
dua;
a. Obat penghambat
kompetitif
Pancurunium
(Pankuronium),
Vecoronium
(Vekorunium),
Atracurium
(Atrakurium), dan
Rocuronium
(Rokuronium).
Obat penghambat
kompetitif merupakan
aminosteroid non-
depolarisasi.
Sehingga obat
golongan ini tidak
menimbulkan stimulasi
awal pada otot sebelum
otot normal kembali.
Obat pelumpuh otot
golongan ini biasa
digunakan untuk
mempermudah
pemasangan intubasi
endotracheal dan
membuat relaksasi pada
otot rangka sebelum
operasi atau
pemasangan alat bantu
nafas.
Berawal dari penelitian
terhadap racun panah
suku indian, kurare oleh
Claude Bernard yang
menyimpulkan tempat
kerja kurare bukan di
syaraf pusat tetapi di
sambungan saraf -otot.
Dari sintesa kurare
didapatkan zat aktifnya
yaitu d-Tubokurarin.
Dari hasil penelitian
lebih lanjut didapat
Pancuronium yang 5
kali lebih kuat daripada
d-Tubokurari, dengan
efek kardiovaskuler
dan pelepasan histamin
yang lebih rendah.
Vecoronium sama atau
sedikit lebih kuat dari
Pancuronium, dengan
efek kardiovaskuler
yang lebih rendah lagi.
Sedangkan Atracurium
merupakan pelumpuh
otot sintetik dengan
masa kerja sedang.
Potensinya 3-4 kali lebih
rendah daripada
Pancuronium.
b. Obat penghambat
secara depolarisasi
persisten;
succinylcholine
(suksinilkolin).
Berbeda dengan
dengan penghambat
kompetitif,
Succinylcholine
menghambat dengan
cara menimbulkan
depolarisasi persisten
pada lempeng akhir
saraf, karena
Succinylcholine bekerja
sebagai agonis ACh
(Asetilkolin) tetapi tidak
segera dipecah seperti
halnya dengan ACh.
Succinylcholine
mempunyai perbedaan
penting dengan obat
pelumpuh otot yang
lain dalam kecepatan
dan lama kerjanya.
Dengan sifatnya ini,
derajat relaksasi otot
rangka dapat diubah
dalam ½ - 1 menit
setelah pengubahan
kecepatan infus. Setelah
penghentian infus, efek
relaksasi hilang dalam 5
menit.
Semua pelumpuh otot
adalah senyawa
amoniumkuarterner
maka tidak
menimbulkan efek
sentral karena tidak
dapat menembus
sawar darah otak.
2. Obat pelemas otot yang
bekerja sentral
Baclofen (Baklofen) dan
Chlorzoxazone (Klorzoksazon)
a. Baclofen
Baclofen merupakan
agonis reseptor GABA -
ergik, tidak berefek
langsung pada
sambungan saraf-otot,
tetapi mengurangi
transmisi monosinaptik
maupun polisinaptik di
Medula Spinalis. Tempat
kerjanya diduga
presinaptik pada
reseptor GABA-B.
Baclofen mengatasi
sebagian komponen
spasitisitas spinal;
spasme fleksor dan
ektensor yang
involuntier terutama
akibat lesi spinal.
Efektivitas pada
kejang/spasme
sehubungan dengan
Multipel Sklerosis kira-
kira 65 %. Perbaikan
tidak tuntas tetapi
bermakna yaitu
berkurangnya
penderitaan, lebih
mandiri dalam
mengurus diri, kurang
terganggu tidur dan
meningkatnya
kemampuan latihan
fisik.
b. Chlorzoxazone
Chlorzoxazone efektif
untuk mengurangi
gejala nyeri akut otot
rangka bila diberikan
bersamaan dengan
istirahat, terapi fisik dan
tindakan lainnya.
Chlorzoxazone diduga
dapat menyebabkan
gangguan fungsi hati
berupa ikterus. Gejala
efek samping lainnya
adalah sakit kepala,
gangguan sistem cerna
dan reaksi alergi.
3. Golongan lainnya
Clostridium botulinum toxin,
Tizanidine, dan Epirisone HCl
Clostridium botulinum adalah
bakteri yang menghasilkan
toxin botulin yang digunakan
untuk persiapan operasi
botox, digunakan untuk
melumpuhkan otot tertentu
sehingga menghilangkan
keriput sementara. Juga
digunakan untuk mengobati
rasa nyeri yang parah di wajah
yang disebabkan oleh
Trigeminal Neuralgia.
Eperisone bekerja dengan
merelaksasi kedua otot rangka
maupun otot halus vaskuler,
dan menyebabkan beberapa
efek seperti mereduksi
myotonia, meningkatkan
sirkulasi darah dan menekan
refleks rasa sakit.
Eperisone mencegah lingkaran
setan myotonia dengan
mengurangi rasa sakit, iskemia
dan hipertonia pada otot
rangka, juga menghilangkan
kekakuan dan kejang, dan
memperbaiki gerakan otot.
Eperisone juga memperbaiki
rasa pusing dan tinitus (kuping
berdenging) yang
berhubungan dengan
kerusakan cerebovaskuler
atau cervical spondylosis.
Eperisone relatif kurang
menyebabkan sedasi
dibanding obat pelemas otot
lainnya. Eperisone juga
memperbaiki gerakan otot
yang berlebihan pada otot
atas dan bawah tanpa
menghilangkan kekuatan otot.
Tizanidine adalah relaksan otot
digunakan untuk membantu
relaksasi pada otot tertentu
pada tubuh. Tizanidine
mengobati kejang dan
memperbaiki gerakan otot
yang disebabkan masalah
medis seperti Multiple Sclerosis
atau cedera tulang belakang.
Tizanidine adalah relaksan otot
dengan aksi cepat yang
bekerja dengan menghambat
sinyal saraf tertentu pada
simpul di otak (Agonis alfa
adrenergik)
Obat relaksan otot adalah obat yang
digunakan untuk melemaskan otot
rangka atau untuk melumpuhkan
otot. Biasanya digunakan sebelum
operasi untuk mempermudah suatu
operasi atau memasukan suatu alat
ke dalam tubuh.
Obat relaksan otot yang beredar di
Indonesia terbagi dalam dua
kelompok obat yaitu obat pelumpuh
otot dan obat pelemas otot yang
bekerja sentral.
Berikut pembagiannya:
1. Obat pelumpuh otot
Jenis obat pelumpuh otot ini
yang beredar di pasaran
hanya golongan penghambat
transmisi neuromuskular.
Golongan ini terbagi dalam
dua;
a. Obat penghambat
kompetitif
Pancurunium
(Pankuronium),
Vecoronium
(Vekorunium),
Atracurium
(Atrakurium), dan
Rocuronium
(Rokuronium).
Obat penghambat
kompetitif merupakan
aminosteroid non-
depolarisasi.
Sehingga obat
golongan ini tidak
menimbulkan stimulasi
awal pada otot sebelum
otot normal kembali.
Obat pelumpuh otot
golongan ini biasa
digunakan untuk
mempermudah
pemasangan intubasi
endotracheal dan
membuat relaksasi pada
otot rangka sebelum
operasi atau
pemasangan alat bantu
nafas.
Berawal dari penelitian
terhadap racun panah
suku indian, kurare oleh
Claude Bernard yang
menyimpulkan tempat
kerja kurare bukan di
syaraf pusat tetapi di
sambungan saraf -otot.
Dari sintesa kurare
didapatkan zat aktifnya
yaitu d-Tubokurarin.
Dari hasil penelitian
lebih lanjut didapat
Pancuronium yang 5
kali lebih kuat daripada
d-Tubokurari, dengan
efek kardiovaskuler
dan pelepasan histamin
yang lebih rendah.
Vecoronium sama atau
sedikit lebih kuat dari
Pancuronium, dengan
efek kardiovaskuler
yang lebih rendah lagi.
Sedangkan Atracurium
merupakan pelumpuh
otot sintetik dengan
masa kerja sedang.
Potensinya 3-4 kali lebih
rendah daripada
Pancuronium.
b. Obat penghambat
secara depolarisasi
persisten;
succinylcholine
(suksinilkolin).
Berbeda dengan
dengan penghambat
kompetitif,
Succinylcholine
menghambat dengan
cara menimbulkan
depolarisasi persisten
pada lempeng akhir
saraf, karena
Succinylcholine bekerja
sebagai agonis ACh
(Asetilkolin) tetapi tidak
segera dipecah seperti
halnya dengan ACh.
Succinylcholine
mempunyai perbedaan
penting dengan obat
pelumpuh otot yang
lain dalam kecepatan
dan lama kerjanya.
Dengan sifatnya ini,
derajat relaksasi otot
rangka dapat diubah
dalam ½ - 1 menit
setelah pengubahan
kecepatan infus. Setelah
penghentian infus, efek
relaksasi hilang dalam 5
menit.
Semua pelumpuh otot
adalah senyawa
amoniumkuarterner
maka tidak
menimbulkan efek
sentral karena tidak
dapat menembus
sawar darah otak.
2. Obat pelemas otot yang
bekerja sentral
Baclofen (Baklofen) dan
Chlorzoxazone (Klorzoksazon)
a. Baclofen
Baclofen merupakan
agonis reseptor GABA -
ergik, tidak berefek
langsung pada
sambungan saraf-otot,
tetapi mengurangi
transmisi monosinaptik
maupun polisinaptik di
Medula Spinalis. Tempat
kerjanya diduga
presinaptik pada
reseptor GABA-B.
Baclofen mengatasi
sebagian komponen
spasitisitas spinal;
spasme fleksor dan
ektensor yang
involuntier terutama
akibat lesi spinal.
Efektivitas pada
kejang/spasme
sehubungan dengan
Multipel Sklerosis kira-
kira 65 %. Perbaikan
tidak tuntas tetapi
bermakna yaitu
berkurangnya
penderitaan, lebih
mandiri dalam
mengurus diri, kurang
terganggu tidur dan
meningkatnya
kemampuan latihan
fisik.
b. Chlorzoxazone
Chlorzoxazone efektif
untuk mengurangi
gejala nyeri akut otot
rangka bila diberikan
bersamaan dengan
istirahat, terapi fisik dan
tindakan lainnya.
Chlorzoxazone diduga
dapat menyebabkan
gangguan fungsi hati
berupa ikterus. Gejala
efek samping lainnya
adalah sakit kepala,
gangguan sistem cerna
dan reaksi alergi.
3. Golongan lainnya
Clostridium botulinum toxin,
Tizanidine, dan Epirisone HCl
Clostridium botulinum adalah
bakteri yang menghasilkan
toxin botulin yang digunakan
untuk persiapan operasi
botox, digunakan untuk
melumpuhkan otot tertentu
sehingga menghilangkan
keriput sementara. Juga
digunakan untuk mengobati
rasa nyeri yang parah di wajah
yang disebabkan oleh
Trigeminal Neuralgia.
Eperisone bekerja dengan
merelaksasi kedua otot rangka
maupun otot halus vaskuler,
dan menyebabkan beberapa
efek seperti mereduksi
myotonia, meningkatkan
sirkulasi darah dan menekan
refleks rasa sakit.
Eperisone mencegah lingkaran
setan myotonia dengan
mengurangi rasa sakit, iskemia
dan hipertonia pada otot
rangka, juga menghilangkan
kekakuan dan kejang, dan
memperbaiki gerakan otot.
Eperisone juga memperbaiki
rasa pusing dan tinitus (kuping
berdenging) yang
berhubungan dengan
kerusakan cerebovaskuler
atau cervical spondylosis.
Eperisone relatif kurang
menyebabkan sedasi
dibanding obat pelemas otot
lainnya. Eperisone juga
memperbaiki gerakan otot
yang berlebihan pada otot
atas dan bawah tanpa
menghilangkan kekuatan otot.
Tizanidine adalah relaksan otot
digunakan untuk membantu
relaksasi pada otot tertentu
pada tubuh. Tizanidine
mengobati kejang dan
memperbaiki gerakan otot
yang disebabkan masalah
medis seperti Multiple Sclerosis
atau cedera tulang belakang.
Tizanidine adalah relaksan otot
dengan aksi cepat yang
bekerja dengan menghambat
sinyal saraf tertentu pada
simpul di otak (Agonis alfa
adrenergik)
RELAKSASI PADA NYERI OTOT SYARAF
OBAT RELAKSAN OTOT
Obat relaksan otot adalah obat yang
digunakan untuk melemaskan otot
rangka atau untuk melumpuhkan
otot. Biasanya digunakan sebelum
operasi untuk mempermudah suatu
operasi atau memasukan suatu alat
ke dalam tubuh.
Obat relaksan otot yang beredar di
Indonesia terbagi dalam dua
kelompok obat yaitu obat pelumpuh
otot dan obat pelemas otot yang
bekerja sentral.
Berikut pembagiannya:
1. Obat pelumpuh otot
Jenis obat pelumpuh otot ini
yang beredar di pasaran
hanya golongan penghambat
transmisi neuromuskular.
Golongan ini terbagi dalam
dua;
a. Obat penghambat
kompetitif
Pancurunium
(Pankuronium),
Vecoronium
(Vekorunium),
Atracurium
(Atrakurium), dan
Rocuronium
(Rokuronium).
Obat penghambat
kompetitif merupakan
aminosteroid non-
depolarisasi.
Sehingga obat
golongan ini tidak
menimbulkan stimulasi
awal pada otot sebelum
otot normal kembali.
Obat pelumpuh otot
golongan ini biasa
digunakan untuk
mempermudah
pemasangan intubasi
endotracheal dan
membuat relaksasi pada
otot rangka sebelum
operasi atau
pemasangan alat bantu
nafas.
Berawal dari penelitian
terhadap racun panah
suku indian, kurare oleh
Claude Bernard yang
menyimpulkan tempat
kerja kurare bukan di
syaraf pusat tetapi di
sambungan saraf -otot.
Dari sintesa kurare
didapatkan zat aktifnya
yaitu d-Tubokurarin.
Dari hasil penelitian
lebih lanjut didapat
Pancuronium yang 5
kali lebih kuat daripada
d-Tubokurari, dengan
efek kardiovaskuler
dan pelepasan histamin
yang lebih rendah.
Vecoronium sama atau
sedikit lebih kuat dari
Pancuronium, dengan
efek kardiovaskuler
yang lebih rendah lagi.
Sedangkan Atracurium
merupakan pelumpuh
otot sintetik dengan
masa kerja sedang.
Potensinya 3-4 kali lebih
rendah daripada
Pancuronium.
b. Obat penghambat
secara depolarisasi
persisten;
succinylcholine
(suksinilkolin).
Berbeda dengan
dengan penghambat
kompetitif,
Succinylcholine
menghambat dengan
cara menimbulkan
depolarisasi persisten
pada lempeng akhir
saraf, karena
Succinylcholine bekerja
sebagai agonis ACh
(Asetilkolin) tetapi tidak
segera dipecah seperti
halnya dengan ACh.
Succinylcholine
mempunyai perbedaan
penting dengan obat
pelumpuh otot yang
lain dalam kecepatan
dan lama kerjanya.
Dengan sifatnya ini,
derajat relaksasi otot
rangka dapat diubah
dalam ½ - 1 menit
setelah pengubahan
kecepatan infus. Setelah
penghentian infus, efek
relaksasi hilang dalam 5
menit.
Semua pelumpuh otot
adalah senyawa
amoniumkuarterner
maka tidak
menimbulkan efek
sentral karena tidak
dapat menembus
sawar darah otak.
2. Obat pelemas otot yang
bekerja sentral
Baclofen (Baklofen) dan
Chlorzoxazone (Klorzoksazon)
a. Baclofen
Baclofen merupakan
agonis reseptor GABA -
ergik, tidak berefek
langsung pada
sambungan saraf-otot,
tetapi mengurangi
transmisi monosinaptik
maupun polisinaptik di
Medula Spinalis. Tempat
kerjanya diduga
presinaptik pada
reseptor GABA-B.
Baclofen mengatasi
sebagian komponen
spasitisitas spinal;
spasme fleksor dan
ektensor yang
involuntier terutama
akibat lesi spinal.
Efektivitas pada
kejang/spasme
sehubungan dengan
Multipel Sklerosis kira-
kira 65 %. Perbaikan
tidak tuntas tetapi
bermakna yaitu
berkurangnya
penderitaan, lebih
mandiri dalam
mengurus diri, kurang
terganggu tidur dan
meningkatnya
kemampuan latihan
fisik.
b. Chlorzoxazone
Chlorzoxazone efektif
untuk mengurangi
gejala nyeri akut otot
rangka bila diberikan
bersamaan dengan
istirahat, terapi fisik dan
tindakan lainnya.
Chlorzoxazone diduga
dapat menyebabkan
gangguan fungsi hati
berupa ikterus. Gejala
efek samping lainnya
adalah sakit kepala,
gangguan sistem cerna
dan reaksi alergi.
3. Golongan lainnya
Clostridium botulinum toxin,
Tizanidine, dan Epirisone HCl
Clostridium botulinum adalah
bakteri yang menghasilkan
toxin botulin yang digunakan
untuk persiapan operasi
botox, digunakan untuk
melumpuhkan otot tertentu
sehingga menghilangkan
keriput sementara. Juga
digunakan untuk mengobati
rasa nyeri yang parah di wajah
yang disebabkan oleh
Trigeminal Neuralgia.
Eperisone bekerja dengan
merelaksasi kedua otot rangka
maupun otot halus vaskuler,
dan menyebabkan beberapa
efek seperti mereduksi
myotonia, meningkatkan
sirkulasi darah dan menekan
refleks rasa sakit.
Eperisone mencegah lingkaran
setan myotonia dengan
mengurangi rasa sakit, iskemia
dan hipertonia pada otot
rangka, juga menghilangkan
kekakuan dan kejang, dan
memperbaiki gerakan otot.
Eperisone juga memperbaiki
rasa pusing dan tinitus (kuping
berdenging) yang
berhubungan dengan
kerusakan cerebovaskuler
atau cervical spondylosis.
Eperisone relatif kurang
menyebabkan sedasi
dibanding obat pelemas otot
lainnya. Eperisone juga
memperbaiki gerakan otot
yang berlebihan pada otot
atas dan bawah tanpa
menghilangkan kekuatan otot.
Tizanidine adalah relaksan otot
digunakan untuk membantu
relaksasi pada otot tertentu
pada tubuh. Tizanidine
mengobati kejang dan
memperbaiki gerakan otot
yang disebabkan masalah
medis seperti Multiple Sclerosis
atau cedera tulang belakang.
Tizanidine adalah relaksan otot
dengan aksi cepat yang
bekerja dengan menghambat
sinyal saraf tertentu pada
simpul di otak (Agonis alfa
adrenergik)
Obat relaksan otot adalah obat yang
digunakan untuk melemaskan otot
rangka atau untuk melumpuhkan
otot. Biasanya digunakan sebelum
operasi untuk mempermudah suatu
operasi atau memasukan suatu alat
ke dalam tubuh.
Obat relaksan otot yang beredar di
Indonesia terbagi dalam dua
kelompok obat yaitu obat pelumpuh
otot dan obat pelemas otot yang
bekerja sentral.
Berikut pembagiannya:
1. Obat pelumpuh otot
Jenis obat pelumpuh otot ini
yang beredar di pasaran
hanya golongan penghambat
transmisi neuromuskular.
Golongan ini terbagi dalam
dua;
a. Obat penghambat
kompetitif
Pancurunium
(Pankuronium),
Vecoronium
(Vekorunium),
Atracurium
(Atrakurium), dan
Rocuronium
(Rokuronium).
Obat penghambat
kompetitif merupakan
aminosteroid non-
depolarisasi.
Sehingga obat
golongan ini tidak
menimbulkan stimulasi
awal pada otot sebelum
otot normal kembali.
Obat pelumpuh otot
golongan ini biasa
digunakan untuk
mempermudah
pemasangan intubasi
endotracheal dan
membuat relaksasi pada
otot rangka sebelum
operasi atau
pemasangan alat bantu
nafas.
Berawal dari penelitian
terhadap racun panah
suku indian, kurare oleh
Claude Bernard yang
menyimpulkan tempat
kerja kurare bukan di
syaraf pusat tetapi di
sambungan saraf -otot.
Dari sintesa kurare
didapatkan zat aktifnya
yaitu d-Tubokurarin.
Dari hasil penelitian
lebih lanjut didapat
Pancuronium yang 5
kali lebih kuat daripada
d-Tubokurari, dengan
efek kardiovaskuler
dan pelepasan histamin
yang lebih rendah.
Vecoronium sama atau
sedikit lebih kuat dari
Pancuronium, dengan
efek kardiovaskuler
yang lebih rendah lagi.
Sedangkan Atracurium
merupakan pelumpuh
otot sintetik dengan
masa kerja sedang.
Potensinya 3-4 kali lebih
rendah daripada
Pancuronium.
b. Obat penghambat
secara depolarisasi
persisten;
succinylcholine
(suksinilkolin).
Berbeda dengan
dengan penghambat
kompetitif,
Succinylcholine
menghambat dengan
cara menimbulkan
depolarisasi persisten
pada lempeng akhir
saraf, karena
Succinylcholine bekerja
sebagai agonis ACh
(Asetilkolin) tetapi tidak
segera dipecah seperti
halnya dengan ACh.
Succinylcholine
mempunyai perbedaan
penting dengan obat
pelumpuh otot yang
lain dalam kecepatan
dan lama kerjanya.
Dengan sifatnya ini,
derajat relaksasi otot
rangka dapat diubah
dalam ½ - 1 menit
setelah pengubahan
kecepatan infus. Setelah
penghentian infus, efek
relaksasi hilang dalam 5
menit.
Semua pelumpuh otot
adalah senyawa
amoniumkuarterner
maka tidak
menimbulkan efek
sentral karena tidak
dapat menembus
sawar darah otak.
2. Obat pelemas otot yang
bekerja sentral
Baclofen (Baklofen) dan
Chlorzoxazone (Klorzoksazon)
a. Baclofen
Baclofen merupakan
agonis reseptor GABA -
ergik, tidak berefek
langsung pada
sambungan saraf-otot,
tetapi mengurangi
transmisi monosinaptik
maupun polisinaptik di
Medula Spinalis. Tempat
kerjanya diduga
presinaptik pada
reseptor GABA-B.
Baclofen mengatasi
sebagian komponen
spasitisitas spinal;
spasme fleksor dan
ektensor yang
involuntier terutama
akibat lesi spinal.
Efektivitas pada
kejang/spasme
sehubungan dengan
Multipel Sklerosis kira-
kira 65 %. Perbaikan
tidak tuntas tetapi
bermakna yaitu
berkurangnya
penderitaan, lebih
mandiri dalam
mengurus diri, kurang
terganggu tidur dan
meningkatnya
kemampuan latihan
fisik.
b. Chlorzoxazone
Chlorzoxazone efektif
untuk mengurangi
gejala nyeri akut otot
rangka bila diberikan
bersamaan dengan
istirahat, terapi fisik dan
tindakan lainnya.
Chlorzoxazone diduga
dapat menyebabkan
gangguan fungsi hati
berupa ikterus. Gejala
efek samping lainnya
adalah sakit kepala,
gangguan sistem cerna
dan reaksi alergi.
3. Golongan lainnya
Clostridium botulinum toxin,
Tizanidine, dan Epirisone HCl
Clostridium botulinum adalah
bakteri yang menghasilkan
toxin botulin yang digunakan
untuk persiapan operasi
botox, digunakan untuk
melumpuhkan otot tertentu
sehingga menghilangkan
keriput sementara. Juga
digunakan untuk mengobati
rasa nyeri yang parah di wajah
yang disebabkan oleh
Trigeminal Neuralgia.
Eperisone bekerja dengan
merelaksasi kedua otot rangka
maupun otot halus vaskuler,
dan menyebabkan beberapa
efek seperti mereduksi
myotonia, meningkatkan
sirkulasi darah dan menekan
refleks rasa sakit.
Eperisone mencegah lingkaran
setan myotonia dengan
mengurangi rasa sakit, iskemia
dan hipertonia pada otot
rangka, juga menghilangkan
kekakuan dan kejang, dan
memperbaiki gerakan otot.
Eperisone juga memperbaiki
rasa pusing dan tinitus (kuping
berdenging) yang
berhubungan dengan
kerusakan cerebovaskuler
atau cervical spondylosis.
Eperisone relatif kurang
menyebabkan sedasi
dibanding obat pelemas otot
lainnya. Eperisone juga
memperbaiki gerakan otot
yang berlebihan pada otot
atas dan bawah tanpa
menghilangkan kekuatan otot.
Tizanidine adalah relaksan otot
digunakan untuk membantu
relaksasi pada otot tertentu
pada tubuh. Tizanidine
mengobati kejang dan
memperbaiki gerakan otot
yang disebabkan masalah
medis seperti Multiple Sclerosis
atau cedera tulang belakang.
Tizanidine adalah relaksan otot
dengan aksi cepat yang
bekerja dengan menghambat
sinyal saraf tertentu pada
simpul di otak (Agonis alfa
adrenergik)
Selasa, 03 November 2009
STANDART OPERATIONAL PROSEDUR (SOP) 'PELAYANAN RESEP_PEMESANAN OBAT_PENERIMAAN OBAT'
STANDARS OPERATIONAL PROSEDUR
(SOP)
PELAYANAN RESEP
1.Penerimaan Resep
a.Pemeriksaan Resep (Skrining Resep)
Memeriksa keabsahan resep,
meliputi nama dan alamat dokter, no
SIP, serta tanda tangan / paraf
dokter
Memeriksa kelengkapan resep,
meliputi tanggal resep, nama dan
alamat pasien, umur serta berat
badan
Analisa rasionalitas resep, meliputi
nama obat, potensi, dosis dan
jumlah yang diminta, cara
pembuatan serta aturan pakai. Bila
kurang jelas atau ragu-ragu, maka
perlu dikonfirmasikan dengan
penulis resep
b.Pemeriksaan Ketersediaan Obat
Untuk resep racikan, hitung dahulu
jumlah obat yang dibutuhkan
Jika obat tidak tersedia / habis, maka
hendaknya pasien diberi alternatif
dengan obat yang mempunyai
kandungan yang sama dengan nama
dagang yang berbeda
c.Pemberian Harga
2.Peracikan Resep
Resep diteliti sekali lagi untuk
memastikan bahwa perhitungan
dosis sudah benar
Obat dipersiapkan dan diracik sesuai
dengan permintaan yang tertulis di
resep
Setelah diracik, beri etiket dan
bungkus dengan plastik
Buatlah copi resep jika memang
diperlukan atau pasien memintanya
3.Penyerahan Resep
Sebelum diserahkan, dilakukan
pemeriksaan sekali lagi untuk
memastikan obat dan etiket yang
diberikan telah sesuai dengan resep
Obat diserahkan kepada pasien
dengan menjelaskan tentang aturan
pemakaian dan kegunaannya serta
hal-hal lain yang dianggap perlu
Resep yang sudah dikerjakan
kemudian diparaf dan dan disimpan
STANDART OPERATIONAL PROSEDUR
PENGADAAN / PEMESANAN OBAT
1.Pemesanan obat dilakukan pada
PBF yang resmi
2.Pemesanan obat menggunakan
Surat Pesanan (SP) rangkap 2, lembar
yang asli diberikan kepada sales
sedang salinannya disimpan sebagai
arsip
3.Untuk pemesanan obat-obat
narkotika dan psikotropika
menggunakan SP khusus
4.Jumlah dan jenis obat yang dipesan
harus disesuaikan dengan kebutuhan
5.SP ditandatangani oleh Apoteker
dan diberi stempel apotek
STANDART OPERATIONAL PROSEDUR
PENERIMAAN OBAT
1.Periksa keabsahan faktur meliputi
nama dan alamat PBF serta tanda
tangan penanggung jawab dan
stempel PBF
2.Mencocokkan faktur dengan obat
yang dating melliputi jenis dan
jumlah serta no batch sediaan
3.Memeriksa kondisi fisik obat
meliputi kondisi wadah dan sediaan
serta tanggal kadaluarsa. Bila rusak
maka obat dikembalikan dan minta
diganti
4.Setelah selesai diperiksa, faktur
ditandatangani dan diberi tanggal
serta distempel. Faktur yang asli
diserahkan kepada sales sedang
salinan faktur disimpan oleh apotek
sebagai arsip
(SOP)
PELAYANAN RESEP
1.Penerimaan Resep
a.Pemeriksaan Resep (Skrining Resep)
Memeriksa keabsahan resep,
meliputi nama dan alamat dokter, no
SIP, serta tanda tangan / paraf
dokter
Memeriksa kelengkapan resep,
meliputi tanggal resep, nama dan
alamat pasien, umur serta berat
badan
Analisa rasionalitas resep, meliputi
nama obat, potensi, dosis dan
jumlah yang diminta, cara
pembuatan serta aturan pakai. Bila
kurang jelas atau ragu-ragu, maka
perlu dikonfirmasikan dengan
penulis resep
b.Pemeriksaan Ketersediaan Obat
Untuk resep racikan, hitung dahulu
jumlah obat yang dibutuhkan
Jika obat tidak tersedia / habis, maka
hendaknya pasien diberi alternatif
dengan obat yang mempunyai
kandungan yang sama dengan nama
dagang yang berbeda
c.Pemberian Harga
2.Peracikan Resep
Resep diteliti sekali lagi untuk
memastikan bahwa perhitungan
dosis sudah benar
Obat dipersiapkan dan diracik sesuai
dengan permintaan yang tertulis di
resep
Setelah diracik, beri etiket dan
bungkus dengan plastik
Buatlah copi resep jika memang
diperlukan atau pasien memintanya
3.Penyerahan Resep
Sebelum diserahkan, dilakukan
pemeriksaan sekali lagi untuk
memastikan obat dan etiket yang
diberikan telah sesuai dengan resep
Obat diserahkan kepada pasien
dengan menjelaskan tentang aturan
pemakaian dan kegunaannya serta
hal-hal lain yang dianggap perlu
Resep yang sudah dikerjakan
kemudian diparaf dan dan disimpan
STANDART OPERATIONAL PROSEDUR
PENGADAAN / PEMESANAN OBAT
1.Pemesanan obat dilakukan pada
PBF yang resmi
2.Pemesanan obat menggunakan
Surat Pesanan (SP) rangkap 2, lembar
yang asli diberikan kepada sales
sedang salinannya disimpan sebagai
arsip
3.Untuk pemesanan obat-obat
narkotika dan psikotropika
menggunakan SP khusus
4.Jumlah dan jenis obat yang dipesan
harus disesuaikan dengan kebutuhan
5.SP ditandatangani oleh Apoteker
dan diberi stempel apotek
STANDART OPERATIONAL PROSEDUR
PENERIMAAN OBAT
1.Periksa keabsahan faktur meliputi
nama dan alamat PBF serta tanda
tangan penanggung jawab dan
stempel PBF
2.Mencocokkan faktur dengan obat
yang dating melliputi jenis dan
jumlah serta no batch sediaan
3.Memeriksa kondisi fisik obat
meliputi kondisi wadah dan sediaan
serta tanggal kadaluarsa. Bila rusak
maka obat dikembalikan dan minta
diganti
4.Setelah selesai diperiksa, faktur
ditandatangani dan diberi tanggal
serta distempel. Faktur yang asli
diserahkan kepada sales sedang
salinan faktur disimpan oleh apotek
sebagai arsip
STUDY KELAYAKAN APOTEK "GUBERNURSURYO" GRESIK
apotek gubernur suryo
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan anugerah
Tuhan yang sangat berharga bagi
manusia. Karena dengan keadaan
yang sehat, manusia dapat
melakukan aktivitas di dalam
kehidupannya. Memang, kesehatan
bukanlah segalanya, tetapi tanpa
kesehatan segalanya tiada artinya.
Oleh karena itu hendaknya manusia
selalu memelihara kesehatannya.
Dewasa ini, masalah kesehatan
menjadi salah satu perhatian utama
bagi masyarakat. Banyaknya kasus
mengenai berbagai penyakit yang
timbul membuat masyarakat lebih
memperhatikan masalah kesehatan.
Jika semula kebutuhan akan
kesehatan lebih dititikberatkan pada
upaya penyembuhan, kini telah
berangsur-angsur berkembang
menuju upaya kesehatan yang
menyeluruh, yakni berupa upaya
peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan
pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
Adanya perubahan pandangan
masyarakat akan kebutuhan
kesehatan tersebut, menuntut peran
serta yang lebih besar bagi para
tenaga kesehatan untuk
mewujudkan tercapainya derajat
kesehatan yang optimal. Farmasis,
sebagai salah satu tenaga kesehatan
diharapkan ikut berperan serta
terutama mengenai masalah obat dan
perbekalan kesehatan. Peran serta
farmasis ini dapat dilakukan di
berbagai bidang / sarana kesehatan,
salah satunya adalah di apotek.
Apotek merupakan tempat
dilakukannya pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran sediaan farmasi dan
perbakalan kesehatan lainnya kepada
masyarakat. Pekerjaan kefarmasian
yang dimaksud dalam hal ini adalah
penjaminan mutu sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan lainnya, yang
dimulai dari proses pengadaan,
penyimpanan, pendistribusian obat
termasuk juga pelayanan obat atas
resep dokter dan pelayanan
informasi oabt.
Peran serta apotek dapat
ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek
pelayanan kefarmasian dan aspek
manajerial apotek. Aspek pelayanan
kefarmasian berkaitan dengan
pelayanan kesehatan yang diberikan
apotek kepada masyarakat.
Sedangkan aspek manajerial berkaitan
dengan pengelolaan apotek sehingga
apotek dapat terus tumbuh dan
berkembang.
Dalam hal aspek manajerial
apotek, selain masalah pengelolaan
administrasi dan keuangan yang baik,
masalah pemilihan lokasi berdirinya
apotek juga menjadi hal yang harus
diperhatikan. Karena pemilihan lokasi
apotek dapat menentukan
perkembangan suatu apotek . Suatu
apotek hendaknya berdiri di tempat
yang banyak di ketahui oleh
masyarakat atau dekat dengan
sarana pelayanan publik, misalnya di
dekat pasar, terminal, rumah sakit dan
sebagainya. Selain itu apotek juga
harus mudah di jangkau dan di akses
oleh masyarakat sebagai konsumen
apotek.
Mengingat keberadaan Apotek
”Gubernur Suryo” selama ini yang
kurang mudah di akses dan diketahui
publik, maka dengan berbagai
pertimbangan, akhirnya
dilakukannlah perpindahan lokasi
Apotek ”Gubernur Suryo”, yang
semula berada di Jl. Gubernur Suryo
Sub Terminal Stand No 30-32 menjadi
Jl. Gubernur Suryo No 28 Gresik.
Pemilihan lokasi Apotek yang baru ini
didasarkan atas pertimbangan letak
apotek yang dekat dengan sarana
publik seperti pasar, terminal dan mal.
Selain itu lokasi tersebut juga dapat
dengan mudah diketahui dan di akses
oleh masyarakat mengingat letaknya
yang dekat dengan jalan raya.
Dengan demikian diharapkan Apotek
“Gubernur Suryo” dapat memberikan
kontribusi terhadap kebutuhan
masyarakat akan kebutuhan obat
dan perbekalan kesehatan serta
dapat berkembang menjadi lebih baik
dari sebelumnya.
2. Visi Apotek
Apotek “Gubernur Suryo”
diharapkan menjadi sebuah unit
pelayanan kesehatan yang
terpercaya bagi masyarakat dengan
memberikan pelayanan yang
bermutu dan menyediakan obat dan
perbekalan kesehatan yang lengkap
dengan harga yang terjangkau.
1. Misi Apotek
1. Apotek “Gubernur Suryo”
merupakan sarana pendistribuasian
sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan yang terjamin mutunya
denagn harga yang terjangkau bagi
masyarakat.
2. Menjadikan Apotek “Gubernur Suryo”
sebagai tempat pelayanan
kefarmasian yang berdasarkan
prinsip Pharmaceutical Care
3. Menjadikan Apotek “Gubernur Suryo”
sebagai rujukan bagi masyarakat
dalam memperoleh pelayanan dan
informasi obat
4. Menjadikan Apotek “Gubernur Suryo”
sebagai unit usaha yang dapat terus
tumbuh dan berkembang sehingga
dapat memberikan kesejahteraan bagi
anggotanya.
4. Tujuan Apotek
1. Tujuan Umum
Apotek “Gubernur Suryo”
merupakan sarana kesehatan yang
menjadi tempat pengabdian profesi
bagi farmasis sekaligus sebagai unit
usaha dengan memberikan jaminan
mutiu terhadap pelayanan
kefarmsain yang berdasarkan
pharmaceutical care
1. Tujuan Khusus
1. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
sarana pengabdian profesi apoteker
dimana dilakuakan pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran
perbekalan farmasi kepada
masyarakat baik melalui resep
maupan swamedikasi secara tepat
dan terjamin kualitasnya.
2. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
wadah dalam praktek pharmaceutical
care demi kesejahteraan pasien
dengan menggunakan rasionalitas
penggunaan obat (tepat, aman,
efektif dan terjangkau) dalam
pelayanan demi peningkatan kualitas
hidup pasien.
3. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
sarana yang dapt ikut serta
meningkatan kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang
penggunaan obat dan perbekalan
farmasi lainnya secara rasional yang
aman, tepat dan cost effective.
4. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
tempat berwirausaha dan
mengembangkan usaha.
5. Manfaat Pendirian Apotek
Pendirian Apotek “Gubernur Suryo
diharapkan dapat memberikan
manfaat antara lain :
1. Aktualisasi profesi farmasi di
masyarakat dengan melakukan
pekerjaan kefarmasian dan
penyaluran perbekalan farmasi
kepada masyarakat.
2. Peningkatan kesejahteraan pasien
melalui praktek pharmaceutical care
dengan mengutamakan rasionalitas
penggunaan obat (tepat, efektif,
aman dan terjangkau) dalam
pelayanannya.
3. Peningkatan kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang
penggunaan obat dan perbekalan
farmasi lainnya.
4. Tersediaanya obat dan perbekalan
farmasi lainnya yang terjamin mutu
dan kualitasnya dengan harga yang
terjangkau.
5. Sebagai wadah berwirausaha untuk
pencapaian kesejahteraan dan
tumbuh kembang apotek.
2.1 Studi Kelayakan
Sebelum suatu apotek
mengalami perpindahan lokasi atau
tempat, perlu dilakukan studi
kelayakan terlebih dahulu untuk
menganalisa apakah lokasi Apotek
yang baru cukup layak atau mampu
bertahan dan memberi keuntungan
secara bisnis yang lebih baik
dibandingkan dengan keberadaan
apotek di lokasi sebelumnya.
Dalam hal pemilihan lokasi
apotek yang baru hendaknya
mempertimbangkan keadaan sekitar,
misalnya adanya sarana kesehatan
baik rumah sakit ataupun praktek
dokter. Selain itu hendaknya dipilih
daerah yang dekat dengan pusat
keramaian seperti pasar atau terminal
dan juga pemukiman penduduk.
Diharapkan dengan lokasi yang
strategis, apotek dapat berkembang
dengan baik.
Selain itu faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam studi
kelayakan antara lain :
1. Product
Apotek ”Gubernur Suryo”
merupakan bidang usaha yang
menghasilkan produk dan jasa yang
saling terkait. Apotek ”Gubernur
Suryo” berusaha menyediakan
produk yang terjamin kualitasnya
selain juga memberikan pelayanan
berupa konseling dan informasi
mengenai obat dan perbekalan
farmasi lainnya kepada masyarakat.
Dalam usaha menyediakan
produk, perlu dipertimbangkan
kebutuhan masyarakat sekitar yang
didasarkan pada pola penyakit yang
terjadi, musim yang mempengaruhi
perkembangan suatu penyakit, iklan
yang sedang marak atau juga
kebutuhan masyarakat pada waktu-
waktu tertentu.
Dengan melakukan
evaluasi terhadap kondisi Apotek
”Gubernur Suryo” selama ini, dapat
diketahui percepatan perputaran
obat dan perbekalan farmasi yang
ada. Hal ini dapat dijadikan
pertimbangan mengingat lokasi
Apotek ”Gubernur Suryo” yang baru
tidak terlalu jauh dari lokasi
sebelumnya. Berdasarkan hasil
evaluasi, dapat diketahui pola
penyakit masyarakat sekitar atau
konsumen Apotek ”Gubernur Suryo”
adalah
infeksi pernapasan saluran akut
(ISPA)
diabetes mellitus
hipertensi
allergi
kolesterol dan asam urat
2. Price
Apotek ”Gubernur Suryo”
berusaha memberikan harga yang
wajar dan terjangkau oleh
masyarakat. Harga ini sangat
berperan dalam menarik minat
masyarakat untuk membeli obat di
apotek, apalagi mengingat bahwa di
dekat Apotek ”Gubernur Suryo” juga
terdapat apotek lain. Hal-hal yang
menjadi pertimbangan dalam
penentuan harga di Apotek
”Gubernur Suryo” antara lain :
tingkat ekonomi masyarakat
harga pembelian obat
beban usaha apotek
harga obat di apotek lain
3. Place
Lokasi sangat
berpengaruh terhadap kelangsungan
hidup suatu apotek. Apotek
Gubernur Suryo berada di Jl.
Gubernur Suryo No. 28 Gresik.
Berdasarkan survey yang telah
dilakukan, dapat diketahui kondisi di
sekitar apotek, yaitu :
1. Lokasi Apotek
Berada di kelurahan Tlogopojok
Gresik
Jumlah penduduk ± 1500 KK
Pekerjaan penduduk : - Pedagang 40
%
- Karyawan, bururh
pabrik / PNS 25 %
- Wiraswasta 20 %
- Dll 15 %
1. Letak Apotek dengan Sarana
kesehatan
Puskesmas nelayan ± 250 m
Klinik dan laboratorium Syifa ± 30 m
Apotek Al Wardah ± 30 m
Praktek dokter Sri Hartatik
Praktek dokter Eni
Praktek dokter Singgih
Praktek dokter M. Rusydi
1. Letak Apotek dengan sarana publik
Di depan mall Ramayana
Di depan kompleks ruko Multi Sarana
Plasa
Sebelah barat Terminal Gubernur
Suryo Gresik
Pasar kota Gresik ± 200 m
Pasar baru Gresik ± 100 m
SD Tlogopojok ± 150 m
Pondok Pesantren Hidayatur Rohmah
± 150 m
4. Promotion
Promosi merupakan cara
untuk memperkenalkan apotek
kepada masyarakat. Karena Apotek
”Gubernur Suryo” bukanlah suatu
apotek yang baru berdiri, maka
keberadaan Apotek ”Gubernur
Suryo” sudah diketahui banyak
orang. Akan tetapi promosi tetap
diperlukan agar masyarakat
mengetahui keberadaan apotek yang
baru. Cara-cara yang ditempuh
Apotek ”Gubernur Suyo” dalam
melakukan promosi antara lain :
Membuat papan nama apotek
Membuat pemberitahuan tentang
perpindahan lokasi apotek
Menyebarkan leaflet kepada
masyarakat sekitar
1. Personel
Sumber daya manusia
merupakan salah satu modal penting
dalam pengelolaan apotek. Pemilihan
SDM yang ramah, tanggap dan ahli
dibidangnya serta bertanggung
jawab dapat mendukung
keberhasilan apotek. Penentuan
jumlah tenaga yang dibutuhkan,
dilakukan dengan
mempertimbangkan anggaran serta
kemampuan dalam memberikan
pelayanan. Apotek ”Gubernur Suryo”
mempunyai 4 SDM yang terdiri dari
seorang Apoteker, seorang Asisten
Apoteker dan 2 orang karyawan.
6. Proses
Proses merupakan kinerja
Apotek untuk mencapai tujuannya.
Proses ini meliputi perencanaan
pengadaan yang tepat dan efisien,
sistem administrasi yang baik,
penyimpanan dan pendistribusian
yang tepat serta pelayanan yang
bermutu, dimana semua proses
tersebut didasarkan pada Standart
Operational Prosedur (SOP).
7. Performance
Penampilan fisik suatu
apotek mempunyai peran yang
cukup besar untuk menimbulkan
kesan bagi masyarakat dan untuk
menarik minat masyarakat untuk
masuk dan membeli kebutuhan
perbekalan kefarmasian. Oleh karena
itu Apotek ”Gubernur Suryo”
berusaha untuk menampilkan
performance yang menarik bagi
masyarakat, antara lain dengan :
Ruang tunggu yang nyaman
Tempat pelayanan yang nyaman
Desain penataan obat yang menarik
pasien
Kebersihan yang terjaga
Penerangan yang cukup
Adanya fasilitas penunjang, seperti
televisi dan koran / majalah
2.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan prosedur
sistematis untuk mengidentifikasi
berbagai peluang-peluang
(opportunities) dan ancaman-
ancaman (threats) dan elemen
internal untuk mengidentifikasi
kekuatan-kekuatan (strengths) dan
kelemahan-kelemahan (weaknesses).
Analisis SWOT Apotek
”Gubernur Suryo” dapat dijabarkan
sebagai berikut :
1. Kekuatan-kekuatan (strength)
Merupakan Apotek yang sudah lama
berdiri dan dikenal masyarakat
Merupakan Apotek cabang dari
Apotek Bhirawa Anoraga
APA dan PSA merupakan penduduk di
daerah dekat dengan lokasi apotek
2. Kelemahan-kelemahan (weaknesses)
Lokasi Apotek yang baru
3. Peluang-peluang (oppotunities)
Apotek terletak di wilayah
pemukiman yang padat penduduk
Apotek terletak dekat dengan sarana
layanan publik, seperti pasar, mall dan
terminal serta dekat dengan saran
kesehatan seperti praktek dokter,
klinik dan laboratorium.
Apotek terletak di tepi jalan raya
yang mudah di akses oleh kendaraan
dan dilewati oleh kendaraan umum.
4. Ancaman-ancaman (threats)
Terdapat apotek lain yang letaknya
tidak terlalu jauh dari apotek
Dengan memahami analisis
SWOT tersebut, maka Apotek
”Gubernur Suryo” akan senantiasa
berusaha meningkatkan kualitas
pelayanan dan juga pengelolaan
apotek sehingga diharapkan dapat
terus tumbuh dan berkembang.
3.1 Bangunan
Apotek ”Gubernur Suryo”
didirikan di atas lahan dengan luas
bangunan 3,5 m x 14 m. Bangunan
tersebut terdiri dari beberapa bagian
antara lain :
1. Ruang tunggu
2. Ruang pelayanan yakni tempat
penerimaan resep, pembayaran,
penyerahan obat dan konseling
3. Ruang peracikan dan penyimpanan
obat
4. Tempat pencucian alat (wastafel)
5. Toilet
6. Musholla
Bangunan apotek dicat
dengan warna krem dengan dinding
keramik dan juga lantai keramik yang
berwarna krem.
3.2 Kelengkapan Bangunan
Sebagai sarana penunjang kegiatan di
apotek, maka apotek dilengkapi
dengan :
Sumber air bersih
Penerangan yang cukup
Alat pemadam kebakaran
Ventilasi bangunan yang baik
Sanitasi lingkungan yang baik
3.3. Identitas Apotek
Apotek ”Gubernur Suryo”
mempunyai 2 macam identitas
apotek, yaitu :
Identitas di luar, berupa neon box
Identitas di dalam, berupa papan
nama yang dipasang di ruang
tunggu
3.4 Perlengkapan dan Peralatan
Apotek
Perlengkapan yang disediakan
sebagai penunjang kegiatan apotek
antara lain :
1. Perlengkapan dan alat untuk
perbekalan farmasi, terdiri dari
Lemari kaca untuk obat-obat OTC dan
komoditas lainnya
Lemari kayu untuk menyimpan obat
Lemari khusus tempat penyimpanan
narkotika dan psikotropika
Lemari pendingin
2. Perlengkapan kegiatan administrasi
dan pelayanan
Tempat penerimaan resep dan
pembayaran
Tempat penyerahan obat dan KIE
Meja kursi untuk kegiatan administrasi
Tempat penyimpanan arsip-arsip dan
buku-buku penunjang
Tempat penyimpanan persediaan
peralatan apotek
Telepon
3. Perlengkapan dan alat peracikan
Meja dan kursi peracikan
Timbangan dan anak timbangan
Mortir dan stamper
Saringan, sudip dan kuas
4. Wadah pengemas dan pembungkus
Etiket
Kertas perkamen
Plastik pengemas dan pembungkus
5. Alat administrasi
Blanko surat pesanan obat, narkotika
dan psikotropika
Blanko salinan resep
Blanko kuitansi
Blanko kartu stok obat
Form laporan penggunaan narkotika,
psikotropika dan obat generik
Buku-buku administrasi (buku
pembelian, buku penerimaan obat,
buku pembukuan keuangan, buku
pencatatan narkotika dan
psikotropika)
6. Fasilitas penunjang
Kursi untuk ruang tunggu
Televisi dan radio
Kipas angin
7. Buku-buku penunjang
Farmakope Indonesia Edisi IV
Buku peraturan perundang-
undangan tentang apotek
ISO dan MIMS
3.5 Denah Apotek
Penataan ruang di Apotek ”Gubernur
Suryo” dilakukan sedemikian rupa
sehingga menimbulkan kesan yang
nyaman dan teratur. Adapaun denah
Apotek ”Gubernur Suryo” adalah :
3.6 Personel
Sumber daya manusia di Apotek
”Gubernur Suryo” terdiri dari 4 orang
yaitu :
1 orang Apoteker Pengelola Apotek
(APA)
Merupakan penanggung jawab
seluruh kegiatan di apotek
1 orang asisten apoteker (AA)
Membantu apoteker dalam
memberikan pelayanan
2 orang karyawan
Membantu apoteker dalam bidang
administrasi
3.7 Sediaan Farmasi dan Perbekalan
Kesehatan
Apotek ”Gubernur Suryo”
menyediakan berbagai macam
sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan, antara lain :
No Sediaan
1 Obat bebas dan bebas terbatas
2 Obat keras, psikotropika dan
narkotika
3 Obat tradisional (jamu, herbal
terstandar, fitofarmaka)
4 Alat kesehatan
5 Lain-lain seperti susu, suplemen, dsb
BAB IV
ANALISA KEUANGAN
4.1 Studi Perputaran Modal (Cash
Flow) Apotek
4.1.1 Alokasi Dana Perpindahan
Apotek
a. Biaya pembelian bangunan : Rp.
42.000.000,-
b. Biaya renovasi bangunan : Rp.
12.000.000,-
c. Biaya peralatan apotek
- etalase kaca : Rp. 2.500.000,-
- kursi tunggu : Rp. 300.000,-
- neon box : Rp. 300.000,-
- lampu : Rp. 300.000,-
d. Biaya perlengkapan apotek
- kuitansi, nota, copy resep, kartu
stok, SP : Rp. 150.000,-
- etiket dan plastik pembungkus : Rp.
100.000,-
- buku-buku dan alat tulis : Rp. 50.000,-
e. Biaya perijinan : Rp. 300.000,-
f. Biaya persediaan obat : Rp.
68.000.000,-
Rp.126.000.000,-
4.1.2 Rencana Pembiayaan (1 tahun)
a. Biaya gaji tetap
- gaji apoteker : 13 x Rp. 1.200.000,- =
Rp. 15.600.000,-
- gaji AA : 13 x Rp. 500.000,- = Rp.
6.500.000,-
- gaji karyawan (2 orang) : 13 x Rp.
800.000,- = Rp. 10.400.000,-
b. Beban biaya tetap
- Biaya listrik, air, telepon : 12 x Rp.
250.000,- = Rp. 3.000.000,-
- Biaya PBB = Rp. 70.000,-
- Biaya pajak reklame = Rp. 100.000,-
- Biaya suplai apotek : 12 x Rp. 40.000,-
= Rp. 480.000,-
c. Biaya penyusutan
- Biaya penyusutan pembelian
bangunan (5 %) = Rp. 2.100.000,-
- Biaya penyusutan renovasi (5 %) =
Rp. 600.000,-
- Biaya penyusutan peralatan apotek
(20 %) = Rp. 680.000,-
- Biaya penyusutan perijinan (30 %) =
Rp. 90.000,-
Rp. 39.620.000,-
4.1.3 Perkiraan Pendapatan (1 tahun)
a. Rata-rata Pendapatan Sebelum
Pindah
- Resep masuk perhari 2 lembar @ Rp.
50.000,- = Rp. 100.000,-
- Penjualan non resep = Rp. 750.000,-
Total penjualan per hari = Rp. 850.000,-
Total penjualan selama sebulan = 30 x Rp.
850.000,-
= Rp. 25.500.000,-
Total penjualan selama setahun = 12 x Rp.
25.500.000,-
= Rp. 306.000.000,-
b. Target Pendapatan Setelah Pindah
- Resep masuk perhari 5 lembar @ Rp.
50.000, = Rp. 250.000,-
- Penjualan non resep = Rp. 1.000.000,-
Target total penjualan per hari = Rp.
1.250.000,-
Target total penjualan selama sebulan
= 30 x Rp. 1.250.000,-
= Rp. 37.500.000,-
Target total penjualan selama
setahun = 12 x Rp. 37.500.000,-
= Rp. 450.000.000,-
c. Prosentase Peningkatan
Pendapatan Apotek Sebelum dan
Sesudah Pindah
% peningkatan = (Rp. 450.000.000,- ─
Rp. 306.000.000,-) x 100%
Rp. 306.000.000
= Rp. 144.000.000,- x 100 %
Rp. 306.000.000,-
= 47 %
4.1.4 Analisa Laba
Persediaan Laba (x %) Asumsi penjualan (HJ) HB (HJ =
Resep 20 % Rp. 250.000,- Rp. 208.3
Non resep 15 % Rp. 1.000.000,- Rp. 869.5
Total Rp. 1.250.000,- Rp. 1.077.
HPP = HB = HV
Analisis laba
- omzet = Rp. 450.000.000,-
- HPP (86 %) = Rp. 387.000.000,-
- laba kotor = Rp. 63.000.000,-
- Biaya tetap = Rp. 39.620.000,-
- Laba bersih sebelum pajak = Rp.
23.380.000,-
- PPh = Rp. 1.169.000,-
- Laba bersih sesudah pajak = Rp.
22.211.000,-
4.2 Analisa Break Even Point (BEP)
Tahun Pertama
Asumsi biaya variabel = 86 % volume
penjualan
dengan hasil penjualan perbulan Rp.
23.583.333,- perbulan apotek
”Gubernur Suryo” tidak akan
mengalami keuntungan ataupun
kerugian. Sedangkan bila Apotek
”Gubernur Suryo” menginginkan
keuntungan sebesar Rp. 2.000.000,-
perbulan, maka hasil penjualan apotek
harus mencapai penghasilan sebesar
4.3 Return of Investment
Return of investment dicapai setelah :
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kesehatan merupakan anugerah
Tuhan yang sangat berharga bagi
manusia. Karena dengan keadaan
yang sehat, manusia dapat
melakukan aktivitas di dalam
kehidupannya. Memang, kesehatan
bukanlah segalanya, tetapi tanpa
kesehatan segalanya tiada artinya.
Oleh karena itu hendaknya manusia
selalu memelihara kesehatannya.
Dewasa ini, masalah kesehatan
menjadi salah satu perhatian utama
bagi masyarakat. Banyaknya kasus
mengenai berbagai penyakit yang
timbul membuat masyarakat lebih
memperhatikan masalah kesehatan.
Jika semula kebutuhan akan
kesehatan lebih dititikberatkan pada
upaya penyembuhan, kini telah
berangsur-angsur berkembang
menuju upaya kesehatan yang
menyeluruh, yakni berupa upaya
peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif),
penyembuhan penyakit (kuratif), dan
pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
Adanya perubahan pandangan
masyarakat akan kebutuhan
kesehatan tersebut, menuntut peran
serta yang lebih besar bagi para
tenaga kesehatan untuk
mewujudkan tercapainya derajat
kesehatan yang optimal. Farmasis,
sebagai salah satu tenaga kesehatan
diharapkan ikut berperan serta
terutama mengenai masalah obat dan
perbekalan kesehatan. Peran serta
farmasis ini dapat dilakukan di
berbagai bidang / sarana kesehatan,
salah satunya adalah di apotek.
Apotek merupakan tempat
dilakukannya pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran sediaan farmasi dan
perbakalan kesehatan lainnya kepada
masyarakat. Pekerjaan kefarmasian
yang dimaksud dalam hal ini adalah
penjaminan mutu sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan lainnya, yang
dimulai dari proses pengadaan,
penyimpanan, pendistribusian obat
termasuk juga pelayanan obat atas
resep dokter dan pelayanan
informasi oabt.
Peran serta apotek dapat
ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek
pelayanan kefarmasian dan aspek
manajerial apotek. Aspek pelayanan
kefarmasian berkaitan dengan
pelayanan kesehatan yang diberikan
apotek kepada masyarakat.
Sedangkan aspek manajerial berkaitan
dengan pengelolaan apotek sehingga
apotek dapat terus tumbuh dan
berkembang.
Dalam hal aspek manajerial
apotek, selain masalah pengelolaan
administrasi dan keuangan yang baik,
masalah pemilihan lokasi berdirinya
apotek juga menjadi hal yang harus
diperhatikan. Karena pemilihan lokasi
apotek dapat menentukan
perkembangan suatu apotek . Suatu
apotek hendaknya berdiri di tempat
yang banyak di ketahui oleh
masyarakat atau dekat dengan
sarana pelayanan publik, misalnya di
dekat pasar, terminal, rumah sakit dan
sebagainya. Selain itu apotek juga
harus mudah di jangkau dan di akses
oleh masyarakat sebagai konsumen
apotek.
Mengingat keberadaan Apotek
”Gubernur Suryo” selama ini yang
kurang mudah di akses dan diketahui
publik, maka dengan berbagai
pertimbangan, akhirnya
dilakukannlah perpindahan lokasi
Apotek ”Gubernur Suryo”, yang
semula berada di Jl. Gubernur Suryo
Sub Terminal Stand No 30-32 menjadi
Jl. Gubernur Suryo No 28 Gresik.
Pemilihan lokasi Apotek yang baru ini
didasarkan atas pertimbangan letak
apotek yang dekat dengan sarana
publik seperti pasar, terminal dan mal.
Selain itu lokasi tersebut juga dapat
dengan mudah diketahui dan di akses
oleh masyarakat mengingat letaknya
yang dekat dengan jalan raya.
Dengan demikian diharapkan Apotek
“Gubernur Suryo” dapat memberikan
kontribusi terhadap kebutuhan
masyarakat akan kebutuhan obat
dan perbekalan kesehatan serta
dapat berkembang menjadi lebih baik
dari sebelumnya.
2. Visi Apotek
Apotek “Gubernur Suryo”
diharapkan menjadi sebuah unit
pelayanan kesehatan yang
terpercaya bagi masyarakat dengan
memberikan pelayanan yang
bermutu dan menyediakan obat dan
perbekalan kesehatan yang lengkap
dengan harga yang terjangkau.
1. Misi Apotek
1. Apotek “Gubernur Suryo”
merupakan sarana pendistribuasian
sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan yang terjamin mutunya
denagn harga yang terjangkau bagi
masyarakat.
2. Menjadikan Apotek “Gubernur Suryo”
sebagai tempat pelayanan
kefarmasian yang berdasarkan
prinsip Pharmaceutical Care
3. Menjadikan Apotek “Gubernur Suryo”
sebagai rujukan bagi masyarakat
dalam memperoleh pelayanan dan
informasi obat
4. Menjadikan Apotek “Gubernur Suryo”
sebagai unit usaha yang dapat terus
tumbuh dan berkembang sehingga
dapat memberikan kesejahteraan bagi
anggotanya.
4. Tujuan Apotek
1. Tujuan Umum
Apotek “Gubernur Suryo”
merupakan sarana kesehatan yang
menjadi tempat pengabdian profesi
bagi farmasis sekaligus sebagai unit
usaha dengan memberikan jaminan
mutiu terhadap pelayanan
kefarmsain yang berdasarkan
pharmaceutical care
1. Tujuan Khusus
1. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
sarana pengabdian profesi apoteker
dimana dilakuakan pekerjaan
kefarmasian dan penyaluran
perbekalan farmasi kepada
masyarakat baik melalui resep
maupan swamedikasi secara tepat
dan terjamin kualitasnya.
2. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
wadah dalam praktek pharmaceutical
care demi kesejahteraan pasien
dengan menggunakan rasionalitas
penggunaan obat (tepat, aman,
efektif dan terjangkau) dalam
pelayanan demi peningkatan kualitas
hidup pasien.
3. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
sarana yang dapt ikut serta
meningkatan kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang
penggunaan obat dan perbekalan
farmasi lainnya secara rasional yang
aman, tepat dan cost effective.
4. Apotek “Gubernur Suryo” sebagai
tempat berwirausaha dan
mengembangkan usaha.
5. Manfaat Pendirian Apotek
Pendirian Apotek “Gubernur Suryo
diharapkan dapat memberikan
manfaat antara lain :
1. Aktualisasi profesi farmasi di
masyarakat dengan melakukan
pekerjaan kefarmasian dan
penyaluran perbekalan farmasi
kepada masyarakat.
2. Peningkatan kesejahteraan pasien
melalui praktek pharmaceutical care
dengan mengutamakan rasionalitas
penggunaan obat (tepat, efektif,
aman dan terjangkau) dalam
pelayanannya.
3. Peningkatan kesadaran dan
pemahaman masyarakat tentang
penggunaan obat dan perbekalan
farmasi lainnya.
4. Tersediaanya obat dan perbekalan
farmasi lainnya yang terjamin mutu
dan kualitasnya dengan harga yang
terjangkau.
5. Sebagai wadah berwirausaha untuk
pencapaian kesejahteraan dan
tumbuh kembang apotek.
2.1 Studi Kelayakan
Sebelum suatu apotek
mengalami perpindahan lokasi atau
tempat, perlu dilakukan studi
kelayakan terlebih dahulu untuk
menganalisa apakah lokasi Apotek
yang baru cukup layak atau mampu
bertahan dan memberi keuntungan
secara bisnis yang lebih baik
dibandingkan dengan keberadaan
apotek di lokasi sebelumnya.
Dalam hal pemilihan lokasi
apotek yang baru hendaknya
mempertimbangkan keadaan sekitar,
misalnya adanya sarana kesehatan
baik rumah sakit ataupun praktek
dokter. Selain itu hendaknya dipilih
daerah yang dekat dengan pusat
keramaian seperti pasar atau terminal
dan juga pemukiman penduduk.
Diharapkan dengan lokasi yang
strategis, apotek dapat berkembang
dengan baik.
Selain itu faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam studi
kelayakan antara lain :
1. Product
Apotek ”Gubernur Suryo”
merupakan bidang usaha yang
menghasilkan produk dan jasa yang
saling terkait. Apotek ”Gubernur
Suryo” berusaha menyediakan
produk yang terjamin kualitasnya
selain juga memberikan pelayanan
berupa konseling dan informasi
mengenai obat dan perbekalan
farmasi lainnya kepada masyarakat.
Dalam usaha menyediakan
produk, perlu dipertimbangkan
kebutuhan masyarakat sekitar yang
didasarkan pada pola penyakit yang
terjadi, musim yang mempengaruhi
perkembangan suatu penyakit, iklan
yang sedang marak atau juga
kebutuhan masyarakat pada waktu-
waktu tertentu.
Dengan melakukan
evaluasi terhadap kondisi Apotek
”Gubernur Suryo” selama ini, dapat
diketahui percepatan perputaran
obat dan perbekalan farmasi yang
ada. Hal ini dapat dijadikan
pertimbangan mengingat lokasi
Apotek ”Gubernur Suryo” yang baru
tidak terlalu jauh dari lokasi
sebelumnya. Berdasarkan hasil
evaluasi, dapat diketahui pola
penyakit masyarakat sekitar atau
konsumen Apotek ”Gubernur Suryo”
adalah
infeksi pernapasan saluran akut
(ISPA)
diabetes mellitus
hipertensi
allergi
kolesterol dan asam urat
2. Price
Apotek ”Gubernur Suryo”
berusaha memberikan harga yang
wajar dan terjangkau oleh
masyarakat. Harga ini sangat
berperan dalam menarik minat
masyarakat untuk membeli obat di
apotek, apalagi mengingat bahwa di
dekat Apotek ”Gubernur Suryo” juga
terdapat apotek lain. Hal-hal yang
menjadi pertimbangan dalam
penentuan harga di Apotek
”Gubernur Suryo” antara lain :
tingkat ekonomi masyarakat
harga pembelian obat
beban usaha apotek
harga obat di apotek lain
3. Place
Lokasi sangat
berpengaruh terhadap kelangsungan
hidup suatu apotek. Apotek
Gubernur Suryo berada di Jl.
Gubernur Suryo No. 28 Gresik.
Berdasarkan survey yang telah
dilakukan, dapat diketahui kondisi di
sekitar apotek, yaitu :
1. Lokasi Apotek
Berada di kelurahan Tlogopojok
Gresik
Jumlah penduduk ± 1500 KK
Pekerjaan penduduk : - Pedagang 40
%
- Karyawan, bururh
pabrik / PNS 25 %
- Wiraswasta 20 %
- Dll 15 %
1. Letak Apotek dengan Sarana
kesehatan
Puskesmas nelayan ± 250 m
Klinik dan laboratorium Syifa ± 30 m
Apotek Al Wardah ± 30 m
Praktek dokter Sri Hartatik
Praktek dokter Eni
Praktek dokter Singgih
Praktek dokter M. Rusydi
1. Letak Apotek dengan sarana publik
Di depan mall Ramayana
Di depan kompleks ruko Multi Sarana
Plasa
Sebelah barat Terminal Gubernur
Suryo Gresik
Pasar kota Gresik ± 200 m
Pasar baru Gresik ± 100 m
SD Tlogopojok ± 150 m
Pondok Pesantren Hidayatur Rohmah
± 150 m
4. Promotion
Promosi merupakan cara
untuk memperkenalkan apotek
kepada masyarakat. Karena Apotek
”Gubernur Suryo” bukanlah suatu
apotek yang baru berdiri, maka
keberadaan Apotek ”Gubernur
Suryo” sudah diketahui banyak
orang. Akan tetapi promosi tetap
diperlukan agar masyarakat
mengetahui keberadaan apotek yang
baru. Cara-cara yang ditempuh
Apotek ”Gubernur Suyo” dalam
melakukan promosi antara lain :
Membuat papan nama apotek
Membuat pemberitahuan tentang
perpindahan lokasi apotek
Menyebarkan leaflet kepada
masyarakat sekitar
1. Personel
Sumber daya manusia
merupakan salah satu modal penting
dalam pengelolaan apotek. Pemilihan
SDM yang ramah, tanggap dan ahli
dibidangnya serta bertanggung
jawab dapat mendukung
keberhasilan apotek. Penentuan
jumlah tenaga yang dibutuhkan,
dilakukan dengan
mempertimbangkan anggaran serta
kemampuan dalam memberikan
pelayanan. Apotek ”Gubernur Suryo”
mempunyai 4 SDM yang terdiri dari
seorang Apoteker, seorang Asisten
Apoteker dan 2 orang karyawan.
6. Proses
Proses merupakan kinerja
Apotek untuk mencapai tujuannya.
Proses ini meliputi perencanaan
pengadaan yang tepat dan efisien,
sistem administrasi yang baik,
penyimpanan dan pendistribusian
yang tepat serta pelayanan yang
bermutu, dimana semua proses
tersebut didasarkan pada Standart
Operational Prosedur (SOP).
7. Performance
Penampilan fisik suatu
apotek mempunyai peran yang
cukup besar untuk menimbulkan
kesan bagi masyarakat dan untuk
menarik minat masyarakat untuk
masuk dan membeli kebutuhan
perbekalan kefarmasian. Oleh karena
itu Apotek ”Gubernur Suryo”
berusaha untuk menampilkan
performance yang menarik bagi
masyarakat, antara lain dengan :
Ruang tunggu yang nyaman
Tempat pelayanan yang nyaman
Desain penataan obat yang menarik
pasien
Kebersihan yang terjaga
Penerangan yang cukup
Adanya fasilitas penunjang, seperti
televisi dan koran / majalah
2.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan prosedur
sistematis untuk mengidentifikasi
berbagai peluang-peluang
(opportunities) dan ancaman-
ancaman (threats) dan elemen
internal untuk mengidentifikasi
kekuatan-kekuatan (strengths) dan
kelemahan-kelemahan (weaknesses).
Analisis SWOT Apotek
”Gubernur Suryo” dapat dijabarkan
sebagai berikut :
1. Kekuatan-kekuatan (strength)
Merupakan Apotek yang sudah lama
berdiri dan dikenal masyarakat
Merupakan Apotek cabang dari
Apotek Bhirawa Anoraga
APA dan PSA merupakan penduduk di
daerah dekat dengan lokasi apotek
2. Kelemahan-kelemahan (weaknesses)
Lokasi Apotek yang baru
3. Peluang-peluang (oppotunities)
Apotek terletak di wilayah
pemukiman yang padat penduduk
Apotek terletak dekat dengan sarana
layanan publik, seperti pasar, mall dan
terminal serta dekat dengan saran
kesehatan seperti praktek dokter,
klinik dan laboratorium.
Apotek terletak di tepi jalan raya
yang mudah di akses oleh kendaraan
dan dilewati oleh kendaraan umum.
4. Ancaman-ancaman (threats)
Terdapat apotek lain yang letaknya
tidak terlalu jauh dari apotek
Dengan memahami analisis
SWOT tersebut, maka Apotek
”Gubernur Suryo” akan senantiasa
berusaha meningkatkan kualitas
pelayanan dan juga pengelolaan
apotek sehingga diharapkan dapat
terus tumbuh dan berkembang.
3.1 Bangunan
Apotek ”Gubernur Suryo”
didirikan di atas lahan dengan luas
bangunan 3,5 m x 14 m. Bangunan
tersebut terdiri dari beberapa bagian
antara lain :
1. Ruang tunggu
2. Ruang pelayanan yakni tempat
penerimaan resep, pembayaran,
penyerahan obat dan konseling
3. Ruang peracikan dan penyimpanan
obat
4. Tempat pencucian alat (wastafel)
5. Toilet
6. Musholla
Bangunan apotek dicat
dengan warna krem dengan dinding
keramik dan juga lantai keramik yang
berwarna krem.
3.2 Kelengkapan Bangunan
Sebagai sarana penunjang kegiatan di
apotek, maka apotek dilengkapi
dengan :
Sumber air bersih
Penerangan yang cukup
Alat pemadam kebakaran
Ventilasi bangunan yang baik
Sanitasi lingkungan yang baik
3.3. Identitas Apotek
Apotek ”Gubernur Suryo”
mempunyai 2 macam identitas
apotek, yaitu :
Identitas di luar, berupa neon box
Identitas di dalam, berupa papan
nama yang dipasang di ruang
tunggu
3.4 Perlengkapan dan Peralatan
Apotek
Perlengkapan yang disediakan
sebagai penunjang kegiatan apotek
antara lain :
1. Perlengkapan dan alat untuk
perbekalan farmasi, terdiri dari
Lemari kaca untuk obat-obat OTC dan
komoditas lainnya
Lemari kayu untuk menyimpan obat
Lemari khusus tempat penyimpanan
narkotika dan psikotropika
Lemari pendingin
2. Perlengkapan kegiatan administrasi
dan pelayanan
Tempat penerimaan resep dan
pembayaran
Tempat penyerahan obat dan KIE
Meja kursi untuk kegiatan administrasi
Tempat penyimpanan arsip-arsip dan
buku-buku penunjang
Tempat penyimpanan persediaan
peralatan apotek
Telepon
3. Perlengkapan dan alat peracikan
Meja dan kursi peracikan
Timbangan dan anak timbangan
Mortir dan stamper
Saringan, sudip dan kuas
4. Wadah pengemas dan pembungkus
Etiket
Kertas perkamen
Plastik pengemas dan pembungkus
5. Alat administrasi
Blanko surat pesanan obat, narkotika
dan psikotropika
Blanko salinan resep
Blanko kuitansi
Blanko kartu stok obat
Form laporan penggunaan narkotika,
psikotropika dan obat generik
Buku-buku administrasi (buku
pembelian, buku penerimaan obat,
buku pembukuan keuangan, buku
pencatatan narkotika dan
psikotropika)
6. Fasilitas penunjang
Kursi untuk ruang tunggu
Televisi dan radio
Kipas angin
7. Buku-buku penunjang
Farmakope Indonesia Edisi IV
Buku peraturan perundang-
undangan tentang apotek
ISO dan MIMS
3.5 Denah Apotek
Penataan ruang di Apotek ”Gubernur
Suryo” dilakukan sedemikian rupa
sehingga menimbulkan kesan yang
nyaman dan teratur. Adapaun denah
Apotek ”Gubernur Suryo” adalah :
3.6 Personel
Sumber daya manusia di Apotek
”Gubernur Suryo” terdiri dari 4 orang
yaitu :
1 orang Apoteker Pengelola Apotek
(APA)
Merupakan penanggung jawab
seluruh kegiatan di apotek
1 orang asisten apoteker (AA)
Membantu apoteker dalam
memberikan pelayanan
2 orang karyawan
Membantu apoteker dalam bidang
administrasi
3.7 Sediaan Farmasi dan Perbekalan
Kesehatan
Apotek ”Gubernur Suryo”
menyediakan berbagai macam
sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan, antara lain :
No Sediaan
1 Obat bebas dan bebas terbatas
2 Obat keras, psikotropika dan
narkotika
3 Obat tradisional (jamu, herbal
terstandar, fitofarmaka)
4 Alat kesehatan
5 Lain-lain seperti susu, suplemen, dsb
BAB IV
ANALISA KEUANGAN
4.1 Studi Perputaran Modal (Cash
Flow) Apotek
4.1.1 Alokasi Dana Perpindahan
Apotek
a. Biaya pembelian bangunan : Rp.
42.000.000,-
b. Biaya renovasi bangunan : Rp.
12.000.000,-
c. Biaya peralatan apotek
- etalase kaca : Rp. 2.500.000,-
- kursi tunggu : Rp. 300.000,-
- neon box : Rp. 300.000,-
- lampu : Rp. 300.000,-
d. Biaya perlengkapan apotek
- kuitansi, nota, copy resep, kartu
stok, SP : Rp. 150.000,-
- etiket dan plastik pembungkus : Rp.
100.000,-
- buku-buku dan alat tulis : Rp. 50.000,-
e. Biaya perijinan : Rp. 300.000,-
f. Biaya persediaan obat : Rp.
68.000.000,-
Rp.126.000.000,-
4.1.2 Rencana Pembiayaan (1 tahun)
a. Biaya gaji tetap
- gaji apoteker : 13 x Rp. 1.200.000,- =
Rp. 15.600.000,-
- gaji AA : 13 x Rp. 500.000,- = Rp.
6.500.000,-
- gaji karyawan (2 orang) : 13 x Rp.
800.000,- = Rp. 10.400.000,-
b. Beban biaya tetap
- Biaya listrik, air, telepon : 12 x Rp.
250.000,- = Rp. 3.000.000,-
- Biaya PBB = Rp. 70.000,-
- Biaya pajak reklame = Rp. 100.000,-
- Biaya suplai apotek : 12 x Rp. 40.000,-
= Rp. 480.000,-
c. Biaya penyusutan
- Biaya penyusutan pembelian
bangunan (5 %) = Rp. 2.100.000,-
- Biaya penyusutan renovasi (5 %) =
Rp. 600.000,-
- Biaya penyusutan peralatan apotek
(20 %) = Rp. 680.000,-
- Biaya penyusutan perijinan (30 %) =
Rp. 90.000,-
Rp. 39.620.000,-
4.1.3 Perkiraan Pendapatan (1 tahun)
a. Rata-rata Pendapatan Sebelum
Pindah
- Resep masuk perhari 2 lembar @ Rp.
50.000,- = Rp. 100.000,-
- Penjualan non resep = Rp. 750.000,-
Total penjualan per hari = Rp. 850.000,-
Total penjualan selama sebulan = 30 x Rp.
850.000,-
= Rp. 25.500.000,-
Total penjualan selama setahun = 12 x Rp.
25.500.000,-
= Rp. 306.000.000,-
b. Target Pendapatan Setelah Pindah
- Resep masuk perhari 5 lembar @ Rp.
50.000, = Rp. 250.000,-
- Penjualan non resep = Rp. 1.000.000,-
Target total penjualan per hari = Rp.
1.250.000,-
Target total penjualan selama sebulan
= 30 x Rp. 1.250.000,-
= Rp. 37.500.000,-
Target total penjualan selama
setahun = 12 x Rp. 37.500.000,-
= Rp. 450.000.000,-
c. Prosentase Peningkatan
Pendapatan Apotek Sebelum dan
Sesudah Pindah
% peningkatan = (Rp. 450.000.000,- ─
Rp. 306.000.000,-) x 100%
Rp. 306.000.000
= Rp. 144.000.000,- x 100 %
Rp. 306.000.000,-
= 47 %
4.1.4 Analisa Laba
Persediaan Laba (x %) Asumsi penjualan (HJ) HB (HJ =
Resep 20 % Rp. 250.000,- Rp. 208.3
Non resep 15 % Rp. 1.000.000,- Rp. 869.5
Total Rp. 1.250.000,- Rp. 1.077.
HPP = HB = HV
Analisis laba
- omzet = Rp. 450.000.000,-
- HPP (86 %) = Rp. 387.000.000,-
- laba kotor = Rp. 63.000.000,-
- Biaya tetap = Rp. 39.620.000,-
- Laba bersih sebelum pajak = Rp.
23.380.000,-
- PPh = Rp. 1.169.000,-
- Laba bersih sesudah pajak = Rp.
22.211.000,-
4.2 Analisa Break Even Point (BEP)
Tahun Pertama
Asumsi biaya variabel = 86 % volume
penjualan
dengan hasil penjualan perbulan Rp.
23.583.333,- perbulan apotek
”Gubernur Suryo” tidak akan
mengalami keuntungan ataupun
kerugian. Sedangkan bila Apotek
”Gubernur Suryo” menginginkan
keuntungan sebesar Rp. 2.000.000,-
perbulan, maka hasil penjualan apotek
harus mencapai penghasilan sebesar
4.3 Return of Investment
Return of investment dicapai setelah :
Langganan:
Postingan (Atom)
